• Cerita Rakyat Terjadinya Danau Sentani
Dichtung und Wahreheit : Dongen dan Kebenaran

Danau Sentani terletak memanjang jurusan barat – timur dengan bentuk yang sangat tidak beraturan.panjangnya 24 km dengan lebar yang sangat berbeda – beda di bagian timur 12 km, bagian tengah 2 – 3 km sedangkan di bagian barat 12 km. Di bagian barat dan tengah di hubungkan sebuah selat, yaitu selat Simporo yang panjangnya ± 6 km.
Letaknya 27 m dari permukaan laut dari sumber informasi yang di peroleh ( Panggabean) Dinas Perikanan Darat tempat yang paling dalam pernah mereka ukur 71 m, sedang menurut pemberitaan orang Belanda hanya 50 m. Danau Sentani airnya termasuk jernih dan di lihat dari luar kehijau – hijauan karena lumut dan rumput danau yang tumbuh di dalamnya. Air danau di alirkan ke selatan oleh sungai Jaifuri dan ke sungai Sekanto anak sungai Tami yang meneruskan ke Lautan Teduh. Danau ini kaya akan ikan dan mungkin ikan mas terbesar di Indonesia di jumpai di danau ini karena danau Toba sudah kalah setelah Jepang memasukan ikan mujair.
Keganjilan danau tawar ini dari danau – danau yang kita ketahui ialah dengan adanya buaya, ikan hyu dan ikan hyu gergaji dalam danau ini.
Penangkapan ikan hyu ini semakin sukar ( karena jumlahnya makin berkurang bahkan punah sama sekali? (pen.)
Menurut narasumber Panggabean dari Perikanan Darat, begitu jaring di pasang ikan – ikan mencari tempat berlindung diantara tiang – tiang besar yanga ada dalam danau ini.z
Menurut Zweirzychi tentang terjadinya danau Sentani dan mengapa dalamdanau terdapat ikan hyu yang tempatnya sebenarnya di lautan. Danau Sentani terjadi di sebapkan terbendungnya sungai karena pengangkatan ( lebih tepat naiknya, pen.) t anah pegunungan di utaranya, kemudian air danau dapat menembus di bagian selatan mengalir keluar sampai sungai Sekanto.
Lebih jelas lagi uraian dalam Tijdschrift Nieuw Guinea ( majalah Niuew Guinea) tahun ke- 15 Juli 1954, hal 59 dimana di sebut bahwah barat ada rip – rip koraal (kolaalriffen) muda, yang muncul hingga 400 m dari permukaan laut. Dengan pertumbuhan kolaalriffen ini, “ teluk laut Sentani “ bagian barat dan selatan dari pegunungan ini terangkat dan terpisah dari laut dan terjadilah danau Sentani.

Dongen Danau Sentani dan Asal kata “Irian”

Primus interpares atau nenek moyang pertana bernama Haboi dan bertempat tinggal di Jernakho. Langit masih gelap pada waktu itu. Bersama – sama dengan odofolo Wali bermaksud mengangkat langit sedikit keatas dan menekan bumi kebawah supaya matahari dapat bersinar. Mereka dapat melihat bahwah manusia – manusia di bumi tidak memiliki air dan api.
Haboi dan Wali pergi menjumpai Dobonai dengan membawa gelang eba dengan tiga utas manik manik yaitu : hawa, haj dan naro agar Dobonai yang bertempat tinggal di Dafonsoro (puncak sycloop) memberi air kepada manusia.
Sebelum Haboi tiba Dobonai telah mengetahui kedatangan mereka karena di beritahukan oleh emiem seekor burung.

Setelah keduanya tiba di Dafonsoro mereka memberitahukan untuk membeli air untuk manusia. Dobonai setujuh tetapi mereka harus byar juga kepada Doekoenbuluh dan Roboniawai. Mereka berangkat lagi untuk menjupai kedua dewa ini. Tetapi waktu pembayaran di lakukan terjadi kekeliruan : Manik – manik terbaik di berikan kepada Roboniawai yang lebih muda dari Doekoenbuluh yang sehatusnya menerimanya. Dengan marah sekali Doekoenbuluh berkata : kalau saya marah saya akan datangkan petir dan guruh manusia akan menderita sebap saya akan memberikan banyak air sampai ia naik sampai melimpa. Mereka berempat menghadap Dobonai dan Wali membuat ember dari daun – daun ( habue ) Dobonai mula – mula mengantar mereka ke tempat mandi yang airnya keruh . mereka tidak mau menerima air ini. Dobonai membawa mereka ke satu tempat dan membuka tempat itu darimana ia mengambil air minum . air ini sangat jernih dan di dalamnya berenang seekor ikan. Mereka mengabil ika ini dan juga ikannya. Dobonai menutup “ember” merka dan berpesan bahwa dalam perjalan pulang tidak boleh berburu.
Haboi dan Wali berangkat pulang tetapi dalam perjalanan pulang mereka melihat seekor babi hutan besar dan hasrat tidak dapat di tahan lagi. Mereka memanah babi hutan itu, tetapi segera “ember” mereka pecah dan air mulai mengalir dan berobah dan menjadi sungai besar yang menghanyutkan Haboi dan Wali, sampai Haboi mencabut pisaunya menancapkaya sekaligus menahan air tersebut . air segera mengikuti lobang tancapan pisau tetapi tidak berapa lama muncul lagi di permukaan bumi yang mengakibatkan terjadinya danau di muka mereka, sehingga Haboidan Wali tidak ada jalan lagi untuk kembali ke Jomokho. Mereka menebang kayu untuk di jadikan sampan tetapi mereka terpaksa mendayung kembali melihat air begitu kotor sehingga tidak dapat mengalir.
Haboi memerintahkan kepada anak Wali untuk memasak air tetapi ia mati tenggelam. Mayatnya di bawah air ke yakonde dari sana ke Pui dan dari sana memalui sungai itafili ke sungai tami dan kembali lagi ke Pui. Haboi, Wali dan istri nya pergi mencari mayat anak ini dan telah tibah di Pui melihat mayat itu terapung .
Haboi memerintahkan istri Wali ke tempat mayat tetapi begitu tiba di tempat, ibu ini dia bunuh, supaya rohnya dapat hidup bersama anaknya.
Haboi dan Walli Wai jomoko. Beginilah terjadinya Danau Sentani menurut penduduk setempat.
Kata Sentani dalam bahassa Sentani tidak mempunya arti sedangkan penduduk penduduk asli berpendapat bahwah perkataan Sentani berasal dari kata “ Heram” yang berobah menjadi “Setam” dan bermetamorfosa lagi menjadi Sentani. Nama asli Danau Sentani adalah “bu jakala” = air jernih, sedang kata “ Heram” masih kita jumpai pada ondowafi Clan Ohei, yaitu. “ Heram – Tainy krebeuw.
Pada mulanya penduduk Sentani terkonstrir di “ tiga pulau” yaitu :
1. Asei dengan kampung Asei yang menyebar ke Ayapo – Asei kecil, Waena dan Yoka.
2. Pulau Ayanu dengan kampung Ifar besar menyebar ke Ifar kecil – Siboi – boi – Yoka, Yabuai – Sereh – Puyuh besar – Puyuh kecil – ifar Babrongko – Abar.
3. Pulau Yonokhom dengan kampung Kwadeware menyebar ke Doyo – Sosiri – Yakonde dan Dondai.
• Kampung Simporo dan Netar mempunyai sejarah sendiri.

#CerpenPapua MENDUNG DI LANGIT DOK II “kk..bangun dulu, ade lap kk pu badan dengan air hangat trus kk makan”, ujar Shanty kepada Metu dengan lembut di suatu sore Shanty seorang suster muda berparas manis, betapa tidak, campuran darah sentani, serui dan nabire mengalir di tubuhnya. Sebagai suster muda yang baru tamat pendidikan keperawatan dengan segudang cita-cita, Shanty lalu mendedikasikan dirinya menjadi perawat di semua rumah sakit pemerintah di kota ini, dan Metu adalah salah satu pasien yang menjadi tanggungjawabnya. Metu sang pasien rawat inap yang harus opname selama satu bulan karena mengalami kecelakaan lalu lintas dan kedua kakinya patah. Sebagai pasien patah kedua kaki, Metu terbatas dalam bergerak, sehingga sangat tergantung pada keluarga yang menjenguk dan menjaga, terutama para suster yang silih berganti memberikan perawatan secara baik penuh kesabaran. Banyak keluarga di kota ini, tapi dengan kesibukan masing-masing, kadang tidak sempat untuk datang membezoek (mengunjungi) ataupun menjaganya. “say..kaki sudah digips, untuk sementara blm bisa bangun dari tempat tidur” “ok ..kalo gitu tetap tenang dan ikuti apa yang diarahkan oleh dokter atau petugas di situ, sa masih banyak tugas kuliah, nanti kalo ada libu baru sa ke jayapura liat ko” Demikian bunyi pesan singkat antara Metu dan Siska kekasihnya yang sedang menempuh kuliah di sebuah universitas di kota Manokwari. Sejkian lama menjalin cinta, Siska adalahs atu satunya pujaan hati Metu, meski Metu adalah seroang pemuda yang tampan, namun bagnya Siska adalah segala galanya, buah hatinya, dan curahan kasih sayangnya. Selama dirawat di rumah sakit di kota jayapura ini, Siska belum sempat sekalipun datang menjenguk Metu, karena kesibukan kampusnya. Ditengah kesendirian dan keluarga yang jarang datang mengunjungi, Metu lebih banyak menghabiskan waktunya seorang diri, dibantu para perawat yang baik dan tulus dalam mendedikasikan diri dalam pelayanan. “kk..keluarga su jarang datang eee??, kk sudah telpon mereka ka ?” “io ade dong semua sibuk jadi mau bagemana” “ia sdh, kk tetap tenang ee, supaya lekas baikan dan kk bisa pulang, kalo ada perlu apa apa bilang saja, nanti ade bantu” ujar Shanty dgn senyum lembut yang bagi Metu adalah obat utama pelipur kesedihannya. Sekian lama merawat pasien bernama Metu ini, ditambah rasa iba karena keluarga yang jarang menjenguk membuat hati Shanty sedih. Sekian lama dengan penuh kesabaran memberikan perawatan dan berkomunikasi secara intens, Shanty menyadari bahwa sesungguhnya Metu adalah pribadi yang baik, tidak pernah mengeluh, dan selalu memberikan pembelaaan terhadap keluarganya bila ada petugas yang bertanya mengapa keluarga jarang sekali mengunjungi. Dari rasa iba itu pula, Shanty kadang menyisihkan sebagian gaji perawatnya untuyk membelikan pakean, dan beberapa kebutuhan pribadi bagi Metu, paseiannya. “kk..kemarin dokter bilang minggu ini kk sudah bisa pulang, kk kase tau keluarga sudah” ujar Shanty suatu ketika dengan nada datar, seolah ingin menyembunyikan perasaannya. Sudah barang tentu Shanty akan berpisah dari pasiennya, ada rasa bahagai karena pasiennya sudah bisa pulang, namun juga terbersit sedikit rasa kehilangan, sekian lama bersama..benih2 rasa itu mulai tumbuh. “io dokter su kastau, sa su telpon keluarga dorang, nanti sa pu pacar datang dari Manokwawri jemput saya” ungkap Metu dengan riang dan berbinar binar tanpa menyadari ada hati yang rawan dan gersang di sampingnya, sang suster shanty. Shanty membuang muka, menyembunyikan berbagai rasa yang berkecamuk di dalam hatinya. Waktu yang dinanti Metu pun tiba, segalanya urusan administrasi sudah beres, malah sebagian dibantu oleh Shanty, namun Metu tdk mengetahuinya. Siska sang kekasih pun sudah tiba dari Manokwari. “sayang..baju banyak sampe, baru ka” “io dari tanta dong di dok sembilan” jawab Metu. Metu tidak berani memberi tahu bila baju baju tersebut sesungguhnya adalah pemberian dari Shanty, suster yang setia merawatnya. “terimakasih banyak Suster, sa pamit dulu” ujar metu pasa Shanty “oh ini suster yang merawat kk Metu ya, makasih ee sudah membantu, saya Siska, kk Metu punya calon isteri” ujar Siska dengan mantap sambil mengulurkan tangan menyalami Shanty. Shanty membalas uluran tangan tersebut dengan senyum manisnya “sama sama, kk Metu jangan terlalu bergerak ya, juga diperhatikan makannya” pesan Shanty kepada Siska. Metu dan Siska pun pergi dan berlalu meninggalkan rumas sakit dok II jayapura, diringi tatapan sayu dari Shanty, tak terasa air mata jatuh di pipinya, sekian lama merawat Metu, Shanty telah jatuh hati, cintanya telah tertambat pada sosok Metu, pemuda Papua yang manis, tabah dan tdk pernah mengeluh dalam kesendiriannya selama di rumah sakit. Dalam hatinya Shanty berbisik “Siska..ko beruntung sekali punya kk Metu, andai ko tdk mau liat dia, saya mau sayang dia” Shanty menyadari, pasien yang dirawat dengan kasih sayang, sampai menyisihkan gajinya pula, adalah milik orang lain. Dalam hati Shanty berdoa agar Metu bahagia dan disayangi oleh Siska dengan baik. Hati Shanty yang mendung tertutup awan kelabu, bersandar di dinding rumah sakit, meratapi rasa yang baru tumbuh dan harus sirna. Andai Metu tahu ——— Ini adalah cerita rekaan semata, foto ilustrasi diperankan model. September 2017, Di tepian Teluk Youtefa, Julio Sandia

#CerpenPapua
KASIH YANG MERUBAH

Cerita ini mengambil latar sebuah kota teluk yang sangat indah, kota Jayapura.
diawali dari seorang gadis bernama Rika yang sekian tahun menjalin cinta dengan Yusak, laki laki yang sangat tampan dan baik dimatanya, namun dalam perjalanan cinta mereka, Yusak memutuskan hubungan cinta indah itu, hanya karena berpaling hati ke sahabat karib Rika, Yuli namanya. Luka hati yang dalam dan kekecewaan yang sangat menyakitkan,
Yusak tega melakukan semua itu, dan Yuli juga tega, menghianati sahabat karibnya sendiri

Dalam kegalauan hatinya, Rika berusaha mengisi waktu berlatih vokal group di Kompleknya sebuah sikap yang bijak, cara berpikir positif yang didapat dari orang tuanya dan pendidikan yang diperolehnya sebagai seorang mahasiswi Fakultas Hukum sebuah universitas ternama di Jayapura.

Di suatu sore yang indah dan tenang, seorang pemuda bernama Bernard, datang bertamu ke rumah Rika. kedatangan Bernard bukan tanpa rencana, sedari tadi Bernard sudah nongkrong di mata jalan, jadi dia tau persis kalau orang tua dan saudara saudara rika sedang keluar. sebuah rencana lama yang tertahan.

Untk menutupi perasaan grogi atau untuk membantu membangkitkan keberaniannya atau entah untuk apalah, Bernard mampir disebuah warung kecil langganan dia dan teman temannya, membeli sebotol yance (yang ceper), istilah buat salah satu jenis minuman keras.

“Sore Rika..”
sapa bernard dengan suara agak pelan dan bersikap sangat manis,
dia takut kalau Rika bisa mencium bau minuman keras dari mulutnya.
“Sore…ada perlu apa ni” tanya rika penuh selidik
“Ah trada, cuma mo bertamu sama ko saja”… jawab Bernard.
“Oh sa kira ada apa..mari masuk” Rika mempersilahkan tamunya.

Sebagai seorang gadis yang selalu diajari tata krama dan sopan santun,
rika bersikap ramah dan baik pada Bernard sore itu , lagi pula Bernard bukanlah orang asing di mata Rika. Brnard adalah salah satu kakak di kompleksnya
dan sudah berteman sejak kecil.
“Rumah sepi sampe”.. kata bernard mpura-pura tidak tahu, sekaligus ingin tau situasi rumah sebab Bernard segan pada orang tua Rika. Orang Tua mereka sudah saling mengenal dan saling menghormati, hal itu membuat Bernard perlu menjaga sikapnya.
“Mama deng Bapa ada pi ke bapatua dong di tanah hitam, KK Ony ada ke angkasa, Mia deng Jose sa tra tau dong ke mana”.. jawab rina
“Anak dua tu biasa, kalo jalan tra pernah kastau, tadi Mia pu teman ada cari dia juga”
Rika memberi penjelasan dengan mimik muka sedikit kesal karena sikap kedua adiknya
“Ooo.. io kemana mana tu harus kase tau orang yang di rumah”.. Bernard mencoba menjadi seorang yang bijak. padahal dalam hatinya dia sangat senang.
“Ah semoga dong smua jang kembali dulu sampe sa pulang” ucap Bernard dalam hati.

“mmmm kk ko minum to….”
tanya rika dengan penuh selidik, karna dia sudah tidak asing lagi dengan kebiasaan Bernard yang notabene adalah teman sepermainan sejak kecil, sehingga mereka sudah sangat kenal kebiasaan masing masing. Bernard tak sanggup membohongi Rika, gadis yang sangat disukainya
“Io sedikit saja..tadi anana dong tahan sa di mata jalan, dong paksa sa minum sedikit jadi sa tra enak juga” Jawab Bernard dalam pembelaan diri seolah olah hal ini dilakukan karena terpaksa padahal.. tididitttt

KK kam stop minum suda ka..tra baik buat kesehatan, merusak badan..” Rika sedikit memberi nasehat. walaupun dia sebenarnya tidak menyukai kehadiran Bernard
dalam keadaan seperti itu, namun bersikap baik dan hormat pada semua orang sudah merupakan kebiasaan yang ditanamkan orang tua sejak kecil

“Io” Jawab Bernard singkat sambil menundukkan kepalanya. Rika tersenyum mendengar jawaban Bernard yang memang sangat tidak meyakinkan.

“Kk.. anana dong tra jadi latihan vokal grup ka ? tanya Rika yang juga merupakan salah satu anggota vocal group di kompleksnya.
“Tra Jadi…KK Sefnat ada berangkat ke Genyem jadi anana dong malas latihan”, jawab Bernard. Sefnat adalah KK di Kompleks yang suka melatih Vokal grup
karena memiliki bakat alami sebagai seorang seniman yang begitu pandai mengaransemen setiap lagu. ditangan Sefnat setiap lagu menjadi begitu indah dan penuh variasi yang menawan “Ooo”..Rika mengganggukkan kepala tanda paham

“Rika..sa bisa bicara sesuatu ka ?” Bernard terlihat mulai tidak sabar
“Io KK bicara sudah mo, ada apa ka ?” balas Rika dengan serius dan penuh perhatian
“Mmmm..Rika..sa mo bilang……sa sayang ko..sa ingin pacaran dengan koi” jawab Bernard dengan cepat dan singkat. seolah olah dia ingin cepat cepat mengeluarkan semua yang tertahan di hatinya
Rika tersenyum..

“Eh KK mau minum apa ka ? sa ambil minum dulu ee” Rika seolah berusaha mengalihkan pembicaraan
“Eh..mm..jang repot repot, air putih saja” jawab bernard yang sebenarnya tidak ingin minum, dipikirannya hanyajawaban pasti dari Rika.

“Ok sabar ee”
Di dapur Rika tertawa terbahak bahak dengan sikap pernyataan cinta dari Bernard. Bagi Rika itu sebuah hal yang sangat lucu dan tak pernah terpikirkan untuk menerima cinta Bernard teman sekompleknya yang suka mabuk dan begadang di komplek membuat semua orang tua di komplek kesal. Rika cepat cepat mengambil air putih dan di antar ke depan, tentunya dia harus bersikap baik, jangan sampai membuat Bernard Kecewa dan Marah

“Ini silahkan diminum
“io terimakasih..” Bernard meminum air dari Rika dengan sikap yang dibuat sebaik mungkin, (Padalah kalo Botol tuh langsung satu napas)

“Rika ko belum jawab yang sa bilang tadi tu” tanya bernard pelan dengan muka penuh iba, dia sangat berharap Rika menerima cintanya, cinta yang sudah lama terpendam tapi tak pernah sanggup diutarakannya. Rika yang sedang dilanda kecewa atas keputusan sepihak dari Yusak, pria yang begitu dicintainya yang telah sekian lama menjalin cinta dengan dirinya, mulai bimbang, ingin punya pacar lagi. “Tapi kenapa mesti Bernard, tra menarik sama skali !! datang dalam keadaan lagi” gerutunya dalam hati. Tidak ada yang bisa menandingi ketampanan Yusak, kekasihnya yang telah meninggalkannya. Yusak yang tidak pernah minum minuman keras,
tidak merokok, dan hidup sangat teratur sikap yang berwibawa, membuat semua gadis di komplek mabuk kepayang dan berlomba lomba ingin menjadi kekasih Yusak, namun Rika lah yang berhasil mendapatkan cintanya.

“Rika ko jawab saya ka”
“Mmm kk.. sa bukan tra mau jawab, tapi masa kk tanya sa dalam keadaan minum ka ?” rika mencoba mencari jawaban yang paling bijak di benaknya
“Sa tra mabuk Rika, itu tadi sdikit saja” Potong Bernard dgn cemas
Rika mencoba menghindar dengan trik mengulur waktu agar bisa mencari alasan yang tepat untuk menolaknya.
“Kk..nanti hari senin sore, nanti baru sa jawab, tapi tra boleh datang dalam keadaan(Mabuk)”
cepat cepat Rika memberikan solusi agar secepatnya terbebas dari kondisi ini, dan agar Bernard bisa cepat meninggalkan rumahnya.

“Io sudah.kalo begitu sa pulang sudah ee, sa harap ko trma saya, sa sayang ko”
Rika mencoba tersenyum manis

sore itu Bernard pulang dengan tangan hampa, perasaan kuatir, cemas dan lega bercampur jadi satu, lega karena apa yang ditahan tahan dalam hatinya slama ini sudah berhasil dikeluarkan sore itu. Cemas dan kuatir menunggu apa yang bakal dijawab oleh Rika. menunggu hari senin 1 minggu lagi,seolah olah menunggu waktu 1 abad bagi bernard, betul betul menggelisahkan dan menguras pikiran.

Akhirnya hari yang dinanti pun tiba, Bernard ingin datang tepat waktu, dia tak ingin membuat kesalahan sedikitpun, ajakan teman teman untuk mabuk bersama sama sekali tak dihiraukannya, tekadnya sudah bulat, dia akan datang dengan baik dan sopan, menerima jawaban Rika. Dan Dia akan kecewa jika Rika Menolak cintanya
“Mama.. sa pu kemejea biru yang kemarin tu mana ee…” tanya bernard pada ibunya , singkatnya Bernard tampil perfect sore itu

“Slama sore..”
“Sore Kk..duduk di depan saja eee, mama dong ada di dalam jadi” Rika yang sudah menunggu kehadiran Bernard mempersilahkan tamunya.
Setelah mereka berdua ngobrol sana sini, akhirnya Rika berkata

“Kk..sa harap kk stop minum, tra usah kumpul2 di mata jalan sana sampe pagi, baru ganggu2 perempuan yang lewat, sa tra mau liat kk begitu lagi”
Bernard menatap Rika dalam dalam seolah mencari ketegasan, Rika tersenyum manis.
“sa trima, KK asal patuhi sa pu permintaan tu” Rika sudah mengambil keputusan untuk mencboba menerima Bernard,
pikirnya dari pada dia dalam keadaan kosong, apa salahnya punya seorang pacar, toh kalau Bernard melanggar semua permintaannya,
dia akan meninggalkan Bernard. Sebuah hubungan cinta yang berimbang menurutnya, karena dia ikut memegang kendali.
Di relung hati paling dalam, terselip keinginan agar bisa merubah pria yg buruk sifat menjadi baik.

Sore itu adalah sore terindah dalam hidup Bernard, sore itu sebuah komplek perumahan di Kotaraja menjadi sebuah komplek paling bersejarah dalam hidupnya.
bukan main girangnya, betapa tidak, untuk pertama kali gadis pujaannya menerima cintanya!! padahal perasaan tidak yakin karena sikapnya selama ini
yang sering mabuk dan berbuat onar, dan dibenci orang2 tua sekompleks.
Rasanya Bernard ingin melompat lompat dan salto salto di halaman, kalau saja dia tidak malu sama Orang tua Rika yang ada di dalam rumah.

“Trimakasih..trimakasih..trimakasih” ujar bernard berulang ulang sambil mencium tangan Rika dengan sikap yg tentu dijaga sebaik baiknya
Dalam hatinya Bernard bertekad akan menjadi Laki Laki terbaik dalam hidup Rika, dia akan meninggalkan semua kebiasaan buruknya
dan akan menjaga cinta ini sampai batas kemampuannya, boleh perlu sampai mereka berdua menikah bahkan sampai maut memisahkan.
Sebuah tekad membaca di dada.

Bernard dan Rika akhirnya menjalin cinta, cinta yang berjalan dengan sangat baik,
sejajar dan tulus. walau awalnya disambut sinis oleh keluarga dan teman2.
Namun Rika merasa tidak akan dihantui perasaan cemburu maupun takut kehilangan, karena dia tau Bernard sangat mencintainya. Di dalam hatinya dia yakin trada yang mau sama Bernard
karena laki laki dihadapannya ini terkenal brengsek di komplek.

Waktu terus bergulir, Bernard menepati janjinya, berubah menjadi seorang laki laki yang baik, tidak pernah lagi minum minum
dan nongkrong nongkrong sampe pagi di mata jalan. dari perubahan itulah akhirnya cinta mereka makin dalam dan kuat, keluarga Rika pun merestui.
Kini Bernard dan Rika telah menikah, dari hasil kerja keras Bernard, mereka berhasil mencicil sebuah rumah kecil type RSS
di sebuah komplek perumahan. Mereka dikaruniai joe dan caca, dua anak yang manis dan sangat membahagiakan.
Rika makin cantik, dengan kelahiran dua anaknya, dia semakin manis dan sexy, mungkin itu yang dikatakan, hati yang yang bahagia membawa
dampak pada fisik.

Rika kini makin mengerti bahwa cinta bisa datang kapan saja dan dari mana saja dan tak pernah bisa diduga. Kasih sayang yang diberikan
mampu membawa Bernard seperti sekarang ini, pria yang sangat berwibawa, dan penuh tanggungjawab dalam kesederhanaan hidup.
Kasih yang tepat akan mampu merubah keburukan menjadi kebaikan. dan Rika kini menikmati semua itu.

—————– Di Keheningan Senja lembah Kotaraja, Julio Sandia.
Foto pada Cerpen adalah Gambar ilustasi yang diperankan model.

#CerpenPapua —————— CUCIAN LAMA BELUM KERING Kisah masa sekolah yang indah di sebuah smp di Kota Jayapura, jalan potong lewat belakang sekolah… Olah raga lari ke puncak yang melelahkan namun terbayar dengan eloknya pemandangan Kota Teluk dalam teluk..Kota Port Numbay yang mempesona… Pelajaran memasak ..baku bagi tugas, ada yang bawa kompor, minyak tanah, sayur dan lainnya … Dihukum guru berdiri di depan kelas karena karena tidak bikin PR..dan lain sebagainya kisah kisah di sekolah dahulu… Sebagai sahabat di smp, meski berlainan kelas..benih benih itupun tumbuh… Rasa suka dari Robi pada teman kelas yang lain…Heni namanya…Gadis manis berdarah campuran Tanah Tabi dan kepulauan di utara Tanah Papua. Rasa suka di smp..tentulah cinta monyet yang tidak berarti… Perjalanan dan waktu terus bergulir… Setamat smp Robi dan Heni melanjutkan ke sma yang berbeda…lalu rasa suka yang pernah ada pun pudar dengan sendirinya… Memasuki suasana dan lingkungan sekolah yang baru dengan teman teman baru pula…. Robi dan Heni pun tidak ingat lagi tentang bibit bibit yang mulai tumbuh kala di smp dahulu Masing – masing kemudian menamatkan sma dan melanjutkan kuliah ke pulau jawa, ke daerah yang berbeda. Dimasa perkuliahan..Robi teringat kembali pada teman lamanya…Heni…sahabat smp dulu yang begitu disukainya… Lewat teman, Robi mengetahui bahwa Heni sedang mengambil kuliah di salah satu universitas di pulau Jawa juga. Setamat kuliah..Robi memutuskan untuk memanfaatkan waktu luangnya berkunjung ke kota tempat Heni kulliah….mencoba bertemu kawan lamanya..sahabat smp dulu…gadis manis yang dulu pernah begitu disukainya. Heni menyambut kehadiran Robi layaknya sahabat…. Robi pun kagum…kawan smpnya dulu kini adalah seorang mahasiswi yang begitu anggun dan menawan…senyumnya..tawanya…perhatiannya..baiknya…. Robi terpana…. Tra mampu menahan gejolak rasa di dalam dadanya… Di suatu malam yang syahdu…di sebuah kota studi yang tenang di pulau jawa…. Becak yang berjalan pelan menyusuri jalan yang indah di kota itu jadi saksi… Heni…. sa suka ko…sa bisa jadi ko pu pacar ka…. Aih… kam main paksa sampe..kam dari mana saja ka…. Sa mohon Hen… Io Rob..Jalani saja …. Gayung bersambut…heni menerima dengan baik permohonan Robi meskipun dengan banyak pertimbangan…betapa tidak, Robi laki laki Papua yang tampan… pastilah banyak gadis yang menyukainya. Namun Heni tra bisa memungkiri hati kecilnya….rasa suka itu ada… Heni sang dara jelita paduan 2 daerah tentulah bisa dibayangkan manisnya… Mewarisi darah ayah yang tegas dan berwibawa dan ibu yang memiliki rasa sayang dan perhatian yang sungguh. Hari hari pun dijalani… Robi sering menunggu heni pulang kuliah…Baku bagi uang seadanya yang dimiliki.. Jalan jalan bersama menikmati ayam bakar yang khas…yang begitu empuk…di emperan trotoar kota yang indah dan tertata rapihh….becak hilir mudik…begitu romantis… Sesekali Heni meminjam Motor teman kostnya agar bisa dipakai Robi dan dirinya sekedar berkeliling Kota dan berdua duaaan..menikmati manisnya cinta yang baru dibina…. Dunia serasa milik berdua… Keduanya mereguk nikmatnya cinta yang sebenarnya…. Dengan penuh ketulusan Heni menyerahkan cintanya. Robi..seorang pemuda Papua yang tampan yang baru saja menyelesaikan pendidikannya…. Dengan segudang ambisi masa depan serta keyakinan diri yang penuh…. Disaat saat bahagia dan bunga bunga cinta bermekaran…Robi mendua hati…tertarik pada seorang dara yang lain…..Dan akhirnya meninggalkan Heni tanpa pesan maupun sepatah kata…….. Hati Heni hancur berkeping keping…….siang malam tangisan pilu membasahi hatinya…. Masa perkuliahannya yang indah dan berseri menjadi masa yang kelam penuh kelukaan hati… Meski demikian..sebagai seorang Gadis yang berwibawa dan dewasa…. Heni begitu rapat menyimpan semua kepedihan hatinya…berpura pura tersenyum dan berusaha melupakan Robi meskipun tidak mudah karena Robi adalah laki laki pertama dalam kehidupan cintanya yang sebenarnya. Sahabat sahabat karib Heni yang slalu bersamanya lah yang tidak mampu menahan semua itu… beberapa sahabat karib Heni tiada hentinya menangis seolah mewakili kepedihan hati sahabat mereka yg begitu dikasihi. Robi yang terpana dengan seroang gadis lain dikenalnya..benar benar melupakan segalanya… Seolah olah Heni tra pernah ada… Gadis yang begitu tulus menerima tawaran cinta Robi kala itu…bahkan merelakan cinta sucinya… Jalinan cinta cinta dengan gadis lain yang pada akhirnya tra bertahan ..dan putus ditengah jalan. ————— Robi dan Heni masing masing pun akhirnya berumah tangga. sama sama berkeluarga dan menjalani hidup masing masing yang begitu panjang…. Perjalanan hidup Robi yang penuh lika liku akhirnya membuatnya tersadar bahwa Henilah wanita yang menyayanginya dengan ketulusan yang dalam. Robi lalu mulai mengenang segala memory yang pernah dijalani bersama Heni Penyesalan yang begitu dalam hadir menghantui hatinya…. Beberapa kali berpapasan dengan Heni..Robi tra mampu berkata kata..hasrat hatinya yang begitu dalam harus disimpan rapat rapat karena karena rasa malu dan bersalah yg begitu mengganggu dalam sanubarinya. Hari hari Robipun mulai diisi dengan kepulan asap sigaret dan bir yang selalu menemani gundah hatinya….kala lantunan sebuah lagu lama…Never Ending Love mengalun dari laptopnya. Lagu yang kemudian menjadi lagu wajib dan begitu diresapi dalam dalam maknanya kata demi kata….. Heni yang menjalani hari hari hidupnya bukan tidak lagi mengingat Robi…. Hatinya selalu bergetar ketika melihat ada pria yang mirip dengan Robi.. Namun semua itu lau dikuburnya dalam dalam bila mengingat luka dan kepedihan mendalam yang sudah ditorehkan Robi dalam hidupnya. Hanya beberapa lagu yang sering diputa mewakili rasa jiwanya. Suatu ketika… ….Robi dan Heni bertemu kembali… Hati Robi berbunga bunga..Heni sang mantan…kini adalah wanita dewasa yang begitu berwibawa..anggun dan ahhhhh……….Robi tak berdaya. Bila mengingat semua perbuatannya pada Heni…Robi hanya menghela nafas didalam dada. Ternyata sang waktu yang bergulir begitu panjang tra mampu menghapus perasaan yang masih ada di dalam hatinya. Dengan segala permohonan dan kerendahan hati Robi menyatakan penyesalannya..dan memohon belas kasih dari Heni..gadis yang pernah disayangi namun dilukai. Heni tra dapat membohongi hati kecilnya…..gayungpun bersambut kembali. Heni yang ingin membenci bila mengingat segala kepahitan yg tergores dalam hidupnya… Tra mampu juga menepis rasa itu….bahwa Robi pria pertama dalam hidupnya dalam arti yang sebenarnya. Sudahlah Rob..keadaan su berubah…. ko tra bisa memiliki sa lagi…..meski sa jujur..ko slalu ada di sa pu hati. Robi diam seribu bahasa..entah harus bahagiakah atau harus menangisi ini semua… Nalar dan logika pun mengingatkannya bahwa Setelah sekian lama berpisah jalan….tentulah sudah ada orang lain dalam hidup Heni. Kini..semua mengalir begitu saja… Saling bertelpon..saling ber sms… meski keduanya menyadari bahwa ini salah namun keduanya juga menyadari bahwa tiada kebahagiaan yang sama seperti yang pernah dijalani berdua. Robi dan Heni pun menjalani segalanya dengan berbagai pertimbangan…..walau tidak dapat dipungkiri kini..begitu besarnya cinta diantara keduanya…. Keduanya kini menyadari bahwa.. CLBK… Cucian Lama itu Belum benar benar Kering.. Akankah keduanya bersatu kembali ? nantikan kisah selanjutnya. —— Port Numbay, Akhir September, by.Rudolfo di Lorong Kehidupan. Cerita ini adalah rekaan semata, bila ada kesamaan cerita, tokoh dan tempat..mohon maaf sebesar besarnya.

#Cerpenpapua ———- GETAR RINDU YANG TERSISA (Cerpen, Bagian I) Mandala langsung…mandala langsung Teriak kondektur taksi jurusan Abe – terminal Entrop. Hari sabtu ini ada pertandingaan sepakbola antara Klub Kebanggaan Kota ini Persipura Jayapura melawan salah satu klub sepakbola dari Jawa. Seperti biasanya bila ada pertandingan sepakbola maka Taksi taksi dari berbagai jurusan diberi kebebasan untuk keluar trayek, langsung menuju lapangan Mandala untuk mempermudah para Penonton yang biasanya sangat banyak dari berbagai Penjuru Kota Jayapura maupun dari Kota kota lain di seluruh Papua. Seluruh Kota akan terlihat berwarna merah, warna khas Persipura, ketika Persipura bertanding pada hari tersebut. Begitulah keadaannya, prestasi dan gelar gelar yg melambungkan nama Persipura Jayapura hingga sampai di level Asia membuat masyarakat begitu bangga dengan tim ini, ya bukan saja masyarakat Jayapura, namun seluruh masyarakat Papua merasa ikut memiliki Tim yang satu ini. om masih bisa ka ? teriak Yosep yang berteduh di depan sebuah toko di lingkaran abe, tempat taksi Jurusan terminal entrop sering menurunkan dan menaikkan penumpang. masih ada satu tapi, ekonomi… trapapa, sa tra mau terlambat.. dialog singkat antara Yosep dan Kondektur di siang yang terik itu. ekonomi yang dimaksud kondektur adalah istilah untuk tempat duduk tambahan di pinggir jendela. walau tempat duduknya tidak senyaman tempat duduk yang lain di dalam taksi, namun bayarannya tetap sama, dan banyak penumpang tidak mempersoalkannya. Taksi di kota Jayapura, seperti layaknya hampir di seluruh Papua, adalah sebutan untuk angkutan umum seperti minibuds atau starwagon maupun yang berukuran lebih kecil lagi, jauh dari nyamannya taksi di pulau jawa. Baju kaos merah, kaca mata riben (Ray Ban), topi, celana Jins dan sepatu kets, walaupun hanyalah baju baju lama, namun sisa sisa ketampanannya membuat tampilan Yosep cukup baik. tidak lupa kantong plastik kecil berisi rokok, pinang dan air putih. lengkaplah sudah. Yosep sebagai salah satu penggemar Persipura selalu berusaha meluangkan waktu untuk menonton setiap kali tim kesayangannya berlaga di stadion Mandala Jayapura. Begitu tiba di Stadion Mandala, Yosep segera mengambil tempat duduk sesuai nomor yang tertera di Karcis yang dibelinya beberapa hari yang lalu. Tribun utama bagian kanan, di deretan paling belakang. posisi yang paling disukai Yosep karena aman bila tiba tiba hujan, juga strategis untuk pantau pantau kiri kanan, hahahaha. Seperti biasa, sebelum laga dimulai, stadion Mandala selalu bergemuruh dengan lagu lagu Papua pembakar semangat yang diputar menggelegar di seluruh stadion, membuat siapapun yang datang langsung menonton di Lapangan mandala, seolah olah terbius, terbawa dalam semangat yang luar biasa, semangat memiliki Tim hebat, yang selalu menjadi favorit Juara, semnagat memiliki Stadion di tepi pantai dengan latar tanjung kayu batu nan indah mempesona. FIFA fairplay anthem pun berkumandang,mengirimi tim Persipura dan Tim Tamu memasuki lapangan. Tepuk tangan, standing Applaus dan teriakan kebanggaan menggelegar, benar2 suasana yang penuh semangat. Sebagai seorang pegawai rendahan di sebuah Kantor Pemerintah, Pertandingan sepakbola adalah pelipur lara, dikala harus bekerja banting tulang setiap saat, Menonton sepakbola di hari sabtu, sangat tepat bagi Yosep untuk melepas letih hidupnya, keluar dari rutinitas sehari hari. Pertandingan berjalan begitu seru, saling jual beri serangan, teriakan teriakan Penonton memanggil manggil nama pemain idolanya membahana sepanjang pertandingan. Biooooooo….biooooooo… qu cenggg…….qu cengggg…… teriakan teriakan penonton disekeliling makin membuat suasana begitu bersemangat. Babak pertama pun diakhiri dengan skor kaca mata ( 0:0 ). Yosep beristirahat sejenak, makan pinang dan isap rokok. sambil sesekali melihat hilir mudik penonton yang hendak beristirahat sejenak. Tanpa sadar, tatapan Yosep terpaku pada deretan tempat duduk VIP bagian tengah, seorang gadis manis dgn rambut keriting yang tertata rapih, sedang asing bercanda ria dgn beberapa gadis lain dan beberapa pemuda disekitarnya. senyum itu…….. mata itu….. leher indah itu….. gaya tertawa dan bercandanya….. aahhhh….. Yosep tersadar… dialah Jeni…ohhhh makin manis, makin cantik, andehhhhh sioooo sa pu sayang dulu…. ohhhhhhh……………….. Yosep hapal benar tentang gadis ini, betapa tidak, Jeni adalah teman smanya dahulu, Jenilah cinta pertamanya… hubungan percintaan yang pernah begitu indah sejak di bangku kelas 1 hingga kelas 3 sma bahkan berlanjut di bangku kuliah ketika mereka berdua sama sama menempuh perkuliahan di tanah jawa. Jantung Yosep berdegup kencang, ingin rasanya menyapa, namun perasaan malu dan tidak percaya diri membuat Yosep mengurungkan niatnya, Pikirannya jauh menerawang ke masa2 lampau, Jeni yang cantik begitu menyayanginya. Yosep adalah pujaan hati, bagi Jeni kala itu Yoseplah segala galanya. Yoseplah yang mengenalkan Jeni pada arti cinta dan nikmatnya masa remaja. Yosep yang memang cerdas sejak masa sekolah dulu, ditambah dengan wajah yang ganteng, tentu saja menjadi idola banyak teman sekolah kala itu. Yosep makin malu, mengingat semua itu, meninggalkan Jeni yg begitu menyayanginya hanya karena tergoda cinta sesaat seorang teman sekolah yang cukup seksi. Masih teringat kala itu, Jeni menangis ketika Yosep meminta putus dengannya. Kini, Jeny nampak begitu bahagia, dari senyumannya, tawanya, ahhhh Yosep makin menjadi ragu, ketika menyadari bahwa Jeny yang sekarang sudah jauh berbeda. Kini Jeny adalah putri pembesar kota ini, sedangkan Yosep kini, hanyalah seorang pegawai biasa di salah satu kantor Pemerintah, tentu bukan lagi levelnya. Gooollllllllllllll…… Biooooooooooooo biooooooooooooooooooooooo gooolllllllllllllllllll Stadion bergemuruh dan teriapan para penonton seketika membuat Yosep tersadar dari lamunannya, di penghujung babak ke 2 Bio Paulin, berhasil merobek gawang lawan dengan sundulan mautnya. Cepat cepat Yosep berdiri, bergegas meninggalkan stadion Mandala, walaupun pertandingan masih tersisa 10 menit lagi. Yosep malu, Yosep minder, Yosep kuatir bila terjadi pertemuan dengan Jeny di stadion ini… Yosep tak sanggup mengenang semuanya….. Laga di lapangan sudah tak dipikirkannya lagi, setidaknya 1:0 bagi Yosep cukuplah. Abe abe abe…… abe langsung… langsung ka ? io langsung.. berapa.. sepuluuh ribu…. Sepanjang perjalan pulang, pikiran Yosep menerawang jauh… “kenapa sa tra menyapa Jen saja ee” “de juga ada liat sa ka ” Yosep menyadari… cintanya pada Jen adalah cinta sejati… meski Yoseplah yang bersalah kala itu, dan meskipun waktu sudah bergulir jauh dari masa lalu… ternyata masih ada…. getar getar rindu yang tersisa. Jeny pun sebenarnya sempat melihat ketika Yosep akan meninggalkan stadion, namun gegap gempitanya stadion dan padatnya Penonton membuat jeny tidak bisa apa apa. Jen hanya menatap dari kejauhan, dalam hati kecilnya Jen berkata : “kk…. ko kurus sampe, siapa yg urus ko ka ?” “kenapa ko menghindar dari saya ?” “Trada yang bisa gantikan kk ko, sa masih sayang kk” Andai Yosep tau isi hati Jeny….. namun apa hendak dikata… Dalam laut dapat di duga..dalam hati siapa tahu. ————————————- Rudolfo, medio, di lorong kehidupan. (ini adalah cerita rekaan semata, mohon maaf bila ada kesamaan tokoh dan peristiwa).

#cerpenpapua

=========
Getar Rindu Yang Tersisa (Cerpen, Bagian II)
———–
2 tahun sudah Sejak pertemuan kembali di Lapangan Mandala, Yosep mengubur dalam dalam semua perasaannya kepada Jenny sang mantan, yang begitu membekas dihatinya. Kemarin ketika ada sebuah acara seluruh kabupaten dan kota di Kantor Gubernur, mereka bersua kembali, Jenny makin mempesona, dan Yosep semakin tidak mampu memendam kegalauan hatinya. Sang mantan yang dulu pernah menggoreskan kisah indah kehidupan. Andehh… Yosep hanya bisa menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya bersama kepulan asap cigaret kegemarannya.

Hari ini di stadion MAndala, dalam sebuh pertandingan Persipura yg sangat ramai, tanpa disangka dan diduga, tempat duduk Yosep berdampingan tepat dgn Jeny dan saudara saudara. Sepanjang pertandingan yang menarik dan gegap gempitanya stadion Mandala, Yosep tenggelam dalam angannya. Rasa bersalah, rasa ingin bersama, rasa malu dan rasa tidak berdaya bercampur jadi satu membuat Pikiran Yosep melayang jauh melintasi tanjung kayu batu, jauh..jauh tinggi entah mungkin hingga vanuatu nun jauh di sana dibalik awan.
Jenny pun nampak suprise dan kaget mendapati mereka bisa duduk berdampingan di stadion Mandala. Sebuah kebetulan yang membuat hati Jenny berbunga bunga, namun semuanya itu disimpannya dalam hati. Sebagai wanita dewasa kini, jenny tau bersikap, lagi pula jenny tidak sendiri kini, dikelilingi ipar ipar membuat jenny harus menjaga sikapnya dgn baik.
Saling melempar senyuman secara formal, bagi Yosep sudah lebih dari cukup. Senyum yang dulu pernah begitu membuat Yosep mabuk kepayang. Dalam hatinya bergumam ” jenn….. Andai ini dulu….. Tong dua pasti su berpelukan mesra.”. Ah yosep makin tenggelam dalam hayalannya pada memory indah dimasa yang sudah lewat.

Yosep tidak menonton pertandingan sendiri, seperti biasanya, selalu mengajak putera kebanggaannya yg baru berumur 5 tahun sebagai teman dan sahabat yg selalu menjadis penghibur dalam kepenatan hidupnya.
Sepanjang pertandingan Jenny menawarkan berbagai macam camilan, coklat, minuman kaleng dan berbagai macam kue pada sang buah hati yosep. “Mau coklat ? Ambil sayang, ini ada fanta”. Yosep tak kuasa menolak semua itu demi menjaga kewajaran suasana dan juga menyadari bahwa anaknya begitu menyukai cokelat dan fanta. Memang tidak banyak kue dan minum yang bisa dibeli yosep ketika nonton bola, sudah bisa membeli karcis di tempat terbaik saja sudah merupakan pencapaian besar bagi Yosep. Betapa tidak, sebagai pegawai negeri rendahan di sebuah instansi pemerintah, di tengah kesederhanaan dan kekurangan, Persipura adalah segalanya. Sebagian gaji yg pas pasan ditabung demi membeli karcis, bagi Yosep, biar trapunya apa-apa tapi masih ada Persipura.

Singkat cerita pertandingan pun usai dan para penonton mulai beranjak meninggalkan lapangan Mandala. Demikian juga Yosep dan putranya, saling bersalaman seadanya dengan Jenny dan ipar iparnya. Semua gejolak perasaannya di stadion Mandala disimpannya dalam dalam.

“Biarlah ..smua su berlalu…… Lihat ini anak laki-laki gagah yg bersama ko Yosep, jang menghayal takaruang lagi”. Yosep bicara pada dirinya sendiri.

Ditempat parkiran motor sang putra berujar dengan riang :
“Bapa..tadi tanta yg disebla kitong dua tu, de kasih kk uang, baru de bilang nanti su pulang baru kase tau bapa, tanta de bilang kk harus sayang bapa…” Sambil mengeluarkan lembaran 100 ribu yang tersusun rapi dan diikat karet dari dalam saku celananya.

Yosep kaget sambil menghitung lembaran uang ini, 3 juta rupiah. Memang. 3 juta bagi jenny yang kini adalah anak petinggi di tanah ini, bukanlah jumlah yang luar biasa, tapi bagi Yosep….wahhhhh….ingin marah, malu, merasa sedih atau juga bahagia..semua berkecamuk di dalam dada. Betapa tidak, meski seorang pegawai rendahan Yosep menanamkan pada anaknya untuk hidup mandiri tidak boleh tergantung pada belas kasihan orang lain, di sisi lain kata kata Jenny lewat anaknya ini begitu menusuk kalbunya.

Achh….cepat cepat dipakainya helm untuk menutupi matanya yang mulai berkaca kaca…..”mari tong dua pulang..mama su tunggu”
——–
Portnumbay, awal Mei , Rudolfo di lorong kehidupan.

Ini adalah cerita rkaan semata.

INGKAR

#CerpenPapua
Karya pribadi, Smoga berkenan membacanya.

INGKAR

Bermodalkan talenta yg dimilikinya markus berangkat ke sebuah kota studi di tanah rantau.sebuah kota studi berhawa sejuk dgn status diterima tanpa tes di sebuah universitas ternama.
Seminggu sekali biasanya ada pertemuan ikatan mahasiswa di asrama mahasiswa yg didirikan pemda. Banyak hal dibicarakan disana mulai soal kehidupan sehari hari para mahasiswa hingga harapan2 akan Papua ke depan. Sunguh penuh idealisme dan semangat membara. Terkadang juga ini adalah ajang saling berkenalan sesama mahasiswa utk memupuk tali persaudaraan.
Dari pertemuan2 rutin ini…akhirnya 2 hati berpadu, lewat pandangan mata, senyum senyum kecil hingga saling berkenalan hingga saling bertanya lewat teman.
Adalah since..dara jelita dari sebuah kabupaten di Papua yg juga menempuh studi di sebuah universitas tetangga.
Kisah keakraban pyn makin dalam dan menjadi sebuah komitmen percintaan berdua dan kesepakatan utk saling merangkai cinta dan bahu membahu menggapai sukses pendidikan.
Status masuk tanpa test membuat markua banyak dikagumi, namun dlm keseharian tahun berjalan, keadaan tra seindah dan semulus yg diharapkan. Biaya pendidikan harus ditanggung sendiri. Latar belakang keluarga yg pas pasan di s3buah pulau di Papua membuat markus tra punya kesempatan banyak utk meratapi nasibnya selain berusaha keras memenuhi kepwrluan pendidikannya. Kini dgn komitmen cinta dan angan merajut asa masa depan indah.. semangat itu makin berlipat. Demi komitmen cintanya pula, markus menjadi guru les dari rumah ke rumah di sekitar tempat kosnya. Mengajari beberapa mata pelajaran yg memang dikuasainya kepada anak anak smp dan smp. Jg memberikan les gitar dan piano, talenta yg didapat dari ibu dan bapanya dan pergaulan masa mudanya di lingkungannya dulu.
Dengan perjuangan yg kwras dan kondisi yg apa adanya..akhirnya kuliah markus harus tertunda beberapa kali alias cuti. Memberikan kesempatan kepada since sang dara pujaan utk lebih dulu menyelesaikan kuliah, kembali ke daerah kerja dan akan menopang agar markus menyusul menyelesaikan studi, kembali dan membina mahligai cinta dalam sebuah kehidupan rumah tangga yg bahagia. Sungguh komitmen dan angan yg begitu indah.
Kk..sa berangkat ee….sa pu kasur dan televisi di kost kk ambil pake. Nanti kalo sa su kerja dan gajian sa kirim kk uang juga, ujar since disuatu senja di sebuah dermaga ketika kapal putih akan bertolak menuju tanah Papua.
Dgn senyum penuh wibawa dan keyakinan akan semua pahit manis yg terjadi selama ini antara mereka berdua, markus melepas kepergian k3kasih pujaannya.
Purnama silih berganti…kabar yg dinanti dari sang kekasih tiada kunjung tiba. Tahun2 penantian diisi dgn berbagai upaya mengatasi kesulitan pendidikannya kini.dgn tetap berpikir positif mungkin since sudah semakin sibuk. Dari kabar yg didengar..since sudah diterima sebagai pegawai negeri disebuah kantor pemerintah yg besar, menjadi s3kretaris pimpinan.
Telpon, surat dan pesan lewat teman tiada bersambut. Hanya kabar bahwa since makin mempesona dgn honda jazz hitamnya kini.
Kabar terakhir yg didengar..since sudah menikah.
Markus menyimpan rapat rapat tangisan hatinya. Sebagai laki laki yg sdh ditempa dgn berbagai cobaan dan kesulitan hidup, markus tetap bersikap tegar.
Malam ini..disudut sebuah cafe musik reggae di tanah rantau, air mata markus benar benar jatuh berlinang….kala lantunan lagu dari Oyaba ..Release Me mengalun indah….
Since ko lupa saya ka….
Mas…..wiski dan rokok sampurna………ujar markus kepada pelayan kafe.
minuman dan rokok yg tra pernah disentuhnya sejak masa muda.
———-
Sepeninggalnya Since yang sudah lebih dulu menyelesaikan studi dan pulang ke tanah Papua…Markus berusaha keras menahan kerinduan yang membara di hatinya…
mengenang kembali masa masa kala bersama jalani hari hari di kota ini
di hari libur kadang janjian ketemu untuk ke pasar pagi sama sama, belanja untuk masak makan bersama sama teman kost sekitar,,sungguh indah.
Keadaan ekonomi yang pas pasan membuat kuliah Markus tetap seperti dulu, jalan ditempat, karena harus banyak cuti mengambil pekerjaan tambahan untuk menutupi keperluannya. Semua usaha untuk mengontak Since masih saja tra berbuah hasil.
Sekuat apapun Markus mencoba menahan gejolak hatinya…..
Markus tetaplah seorang manusia biasa yang kehilangan cinta sejatinya..kehilangan Since yang begitu disayanginya
dengan banyak janji serta cita cita yang pernah diikrarkan berdua kala masih bersama. Markus yang kecewa lalu sering pergi ke cafe cafe musik reggae di kota ini sebagai tempat pelipur lara, mendengarkan lagu lagu reggae
kegemarannya hingga jam jam kecil, terkadang minum sampai mabuk.
Markus yang dulu seorang emuda Papua yang gagah, bersih terawat dan berwibawa kini adalah markus
yang lain, Kumis dan jenggotnya tidak lagi tercukur rapi, baju sudah jarang disetrika, rambut tidak disisr lagi dengan baik.
Banyak kawan yang iba atas perubahan hidupnya, sering menasehati, mengajak untuk beribadah maupun hal hal positif lainnya,
Markus menolak dan menghindari semua itu.
Pergaulannya dengan dunia malam makin menjadi.
Seringgnya Markus datang ke sevuah cafe favoritnya….akhirnya Markus banyak berkenalan dengan tamu yang sering datang, maupun para pegawai cafe dan wanita wanita cantik yang sering menawarkan jasa menemani para pelanggan.
Lola,,,gadis manis yang sering menemani tamu tamu di cafe tersebut, termasuk Markus juga.
Mas…lola sudah datang ?
oh bang Mark…. ia sudah..tuh di belakang mungkin lagi make up, jawab salah satu karyawan cafe yang memang sudah cukup mengenal Markus.
Keakraban yang sering terjadi setiap malam membuat Markus jatuh hati. Meski Markus sadar betul Lola bukan miliknya semata.
sering pula Markus harus menahan perasaannya karena Lola sedang menemani tamu untuk bernyanyi, kadang berpelukan dengan mesra
sering pula markus melihat Lola harus meninggalkan cafe karena diajak tamu keluar.
Semua itu tidak memadamkan rasa di hati markus, malah perasaannya makin membara untuk mencintai Lola….
lola… kemarin kok pulangnya cepat…jam 11 saya cari2 sudah gak ada…
ia bang…. keluar sama sama tamu, ungkap lola malu malu sambil menuntukkan kepalanya
Markus tahu betul apa yang terjadi…Markus tau betul kemana mereka pergi…
apa daya..Markus tidak berhak juga melarang.
dari kedekatan mereka berdua dan upaya Markus yang begitu kontinyu..akhirnya gayung bersambut…cinta markus tidak lagi bertpuk sebelah tangan
LOla menerima pernyataan cinta Markus dengan kesungguhan.
Sejak saa itu pula, Lola mengurangi aktifitas malamnya, berhenti bekerja menemani tamu, dan membuka usaha warung makan sederhana
di pinggir sebuah kampus terkenal, dengan dibantu oleh Markus tentunya.
Kenangan indah bersama Since nyaris dilupakan Markus, yang ada kini adalah hari hari indah bersama Lola gadis berparas ayu yang
menjadi idolanya siang dan malam.
Markus menerima semua apa adanya tentang Lola, meski Markus tau betul segala yang sudah terjadi. Bagi Markus, tekad untuk hidup bersama, manata hari hari ke depan jauh lebih berharga
dari pada segala status sosial yang berujung pada kepedihan.(bersambung).
————
Kisah cinta Markus dan Lola terus tumbuh dari waktu ke waktu. Dengan sedikit tabungan yang dimiliki Lola dan usaha Markus memberi les, terbantulah Kuliah Markus yang terkatung katung dan tekad membara untuk membina mahligai cinta begitu membara. Wisuda hanya dihadiri Lola, kekasih dan pemberi harapan baru dalam hidupnya. sudah berang tentu untuk menghadirkan sang ibu tercinta dalam keterbatasan ekonomi bukanlah perkara mudah.
Mam.. sa su lulus dan wisuda,
maaf tra kase tau mama, sa tra mau mama susah cari uang untuk datang
sa su mau berangkat pake kapal Ciremai…
Mama tunggu saya eee..
oh ia mama..sa ada ajak Lola…kalo mama kase restu..nanti dia jadi mama pu anak mantu..
Demikian bunyi sepucuk surat yang dititipkan markus lewat teman yang lebih dulu pulang ke Papua. Bukan main berbunga bunganya hati sang bunda, mama Evelyn, bangga dan haru karena anak semata wayangnya..Harapannya dihari tua akan segera kembali sebagai seorang sarjana. Pada setiap tetangga di kampung, mama Evelyn mengabarkan sukacita hatinya, bahkan lewat pemberitahuan di gereja melalui amplop pengucapan syukur.
Sementara di bagian lain, since dibalik segala kemolekan dan kesuksesannya, mulai terkenang pada Markus, yang pernah bersamanya dalam ketulusan. Since mulai sadar, kemolekan dan kesuksesannya kemudian membwanya kepada kisah kisah cinta sesaat yang penuh kepalsuan. Since lalu mengenang Markus sebagai sebuah kesejatian. Since kemudian bertekad untuk mencari kembali Markus, meminta maaf dan menjalin kembali kisah yang pernah tumbuh dalam kemurnian.
Disisi lain, Cerita tentang Since nyaris tidak ada lagi di hati Markus, disampingnya kini berdiri seorang wanita yang manis, Lola..gadis yang telah mendampinginya merengkuh keberhasilan studinya dalam keserhanaan. Lola pun telah bertekad mengabdikan hidupnya pada Markus dan sang bunda yang sering didengarnya. Bagi Lola.apapun keadaan nanti di Kampung, markus dan Bunda adalah hidupnya kini, Karena Markus telah menyadarkannya, dan mengenalkannya pada arti cinta dan ketulusan serta tujuan hidup yang sebenarnya.
Hari paling dinanti dalam Hidup Markus dan Mama Evelyn pun tiba…
sore itu di pelabuhan Waupnor Biak, KM Ciremai bersandar pelan, saling melambaikan tangan antara penjembut dan penumpang..
mata Markus mencari cari dikerumunan orang..dimana ibunya…
samar samar dikejauhan..nampak sesosok wanita yang begitu dikenal Markus, ya mama Evelyn ada di pelabuhan, berpakaian sederhana dan bertelanjang kaki…berdiri berdesak desakan. pandangan mereka pun saling berpadu.. Saling melambaikan tangan..Air mata Markus jatuh membasahi kemejanya yang rapih. Betapa tdk..sang bunda..kini terlihat begitu kurus, keriput membalut tulang, namun masih nampak semangatnya. semangat membesarkan, mendoakan dan mendorong Markus hingga kini kembali sebagai seorang Pemuda papua yang gagah, dengan sejuta kebanggaan terpatri di dada.
Penumpang turun dengan teratur, Markus dan Lola pun turun, tanpa mampu membendung rindu yang membara, markus memikul tasnya dan menggandeng tangan Lola, setengah berlari ..markus memeluk ibunya, mencium kaki tua yang tak beralasankan sendal..markus menangis sejadi jadinya.
Mamaaaa…sayang eee..adooo sa rinduuu ..sa rindu mama….
sa ada beli mama pu baju dengan sendal ni…
Berdiri sudah..mari tong pulang..tadi mama ada masak papeda dengan ikan kuah kuning.
Baru ini siapa..Lola ka ?
ia mama..ini Lola.
Lola pun menunduk, mencium kaki mama Evelyn
ia ma..saya Lola
oh anak ku, ko cantik skali.
Saling berpeluk pelukan, Markus kemudian mencarter sebuah taksi menuju Kampung yang memang jauh dari Pelabuhan.
Sepanjang jalan, anak dan mama saling bercerita..saling menumpahkan segala rasa.
Telah terpatri sejuta hayal di kalbu Markus, betapa indahnya hidup ini.
—–
Hari hari baru dimulai..
Lola selalu bersama sang bunda mama evelyn…tugas2 yg selama ini dilakukan sang bunda diambil alih semua oleh lola. Cuci pakean, bersih2 rumah, masak. Hal yg tak pernah dilakukannya dahulu. Namun tekad bulat mengabdi pada kesejatian cinta membuat lola menjalankan semuanya dengan suka cita.
Apalagi family2 perempuan Markus sering datang ke rumah bercanda bersama. Mereka begitu menyayangi lola yg meski berbeda, namun sikapnya sangat bersahaja, apalagi cintanya pada Markus dan sang bunda. (Lola bikin lewat dari perem tanah alee).
Hari-hari dijalani Markus dan Lola.
Lewat rapat singkat kerabat dan sanak terdekat, dilakukanlahlah pernikahan yg sederhana namun syahdu.
Saudara Markus Richard R apakah saudara bersedia menjadikan saudari Lola Amaria Kusumaningtyas sebagai isterimu dalam susah dan senang ?
Sampai maut memisahkan ?
Ya, dengan segenap hatiku.
Saudari Lola Amaria Kusumaningtyas, apakah saudari bersedia menerima saudara Markus Richard R sebagai suamimu dlm susah dan senang ? Sampai maut memisahkan ?
Dgn mata berkaca kaca, Lola menjawab :
Aku bersedia.
Jemaat yg hadir pada prosesi nikah di gereja sore itu saling berpandangan, ada yg tersenyum, ada yg terharu, krn jawaban seperti ini tdk umum. Namun semuanya memaklumi dan bahagia.
Markus tersenyum, mama evelyn bangga, lola tdk mampu menahan air matanya, untuk pertama kali dalam hidupnya Lola merasakan diperlakukan sebagai wanita terhormat dan begitu berarti. Bila mengingat tentang kisah hidupnya dahulu, air mata deras membasahi gaunnya yg indah. Tekad hatinya sudsh bulat.
“Akan ku perjuangkan cinta ini, takkan seorangpun kan mengambil bahagiaku ini,tidak akan !!”
Say.lap air mata tu..tanta dong mau salaman
Ia…Aku bahagia..
Sa sayang ko banyak..hehehe…
lola tersenyum ceria dan mencium pipi Markus. Pria terbaik dan tertampan dalam hidupnya. lalki-laki Papua, Suaminya.
Keesokan harinya disaat santai, Lola dibantu Markus dan mama merapihkan kartu kartu ucapan dan membuka buka amplop pemberian kerabat semalam.
Ucapan – ucapan selamat dari kerabat, kenalan dan rekan Markus.
Di antara semua itu ada sebuah amplop merah tanpa nama berisi 50 lembar uang 100 dollar amerika.
Terselip di dalamnya tulisan kecil diantara lembaran dollar tersebut :
Selamat
Cece.
Bang… ada yang ngasih dollar, namanya cece, nih liat,Siapa ya bang.
Sa lupa nih say… mungkin family dorang di blanda.
Markus tau siapa pemilik nama itu namun rasa sayang dan cintanya pada lola, markus tidak ingin suasana bahagia ini terganggu..
Betapa tidak, cece adalah nama yang diberikannya pada Since dahulu, kala benih benih cinta dan kemesraan sedang tumbuh di antara mereka.
Entah harus senang atau apa, logika, realita dan kenangan bertabrakan. Nominal yang cukup lumayan, tapi dari Since ? Orang yang nyaris dilupakan dari hidupnya…
Ah..dia di mana eee… sukses skali..
Ah kenapa harus kase uang ini…
Tidak…sa harus kembalikan, lola adalah segalanya bagi saya.
————————–
Cerita dan nama tokoh adalah rekaan semata
Gambar ilustrasi diperagakan model.
Akhir Maret, di Lorong Kehidupan, Julio.

SA BUKAN PILIHAN

#CerpenPapua
SA BUKAN PILIHAN

Sebagai seorang mahasiswa tingkat pertama di sebuah perguruan tinggi ternama di kota Bandung tentulah perasaan bangga Nimbrot sangat besar.. betapa tidak… terpilih dari ribuan orang seluruh Indonesia, dan Nimbrot adalah mahasiswa dari ujung timur Indonesia, Papua. Daerah yang dianggap tertinggal namun Nimbrot bisa eksis di Universitas ternama di negeri ini.
Tahun tahun pertama kuliah, layaknya mahasiwa lainnya, adalah masa masa pencarian jati diri..
Nimbrot aktif di setiap organisasi kemahasiswaan, Hinga kelompok kelompok belajar yang notabene terdiri dari para mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai daerah di Indonesia, dan tentulah sebagai seorang lelaki papua,
Nimbrot nampak sangat berbeda secara fisik, namun semua itu tidak menyurutkan semangatnya untuk mempertahankan rasa bangga sebagai orang papua

Teman-teman baru yang banyak di kampus juga dikarenakan Nimbrot termasuk mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan kegiatan kemahasiswaan.
dan semua teman-teman kampus menerima kehadirannya dengan baik. hal yang sempat dicemaskan Nimbrot, bahwa dia berbeda.
walau harus jujur diakui tidak semua teman2 dikampus bersikap welcome padanya, ada beberapa memang, yang menunjukkan sikap tidak suka, entah mengapa, namun Nimbrot menerima itu sebagai sebuah keniscayaan dalam perbedaan.

brott.. (begitu biasanya teman2 kampus memanggil Nimbot). nanti sore kita kumpul di kostnya rina, demikina pesan dari Lola, salah satu teman kampus yang bersikap baik padanya.
( ini sudah merupakan kebiasaan kita untuk kumpul di kost salah satu teman untuk mengerjakan tugas
sambil berdiskusi)

ok.. aku pasti datang, jangan lupa kontak heru..
ia nanti smsan ya.. ucap Lola sambil meninggalkan Nimbrot menuju tempat parkir.
Lola gadis Melayu peranakan Betawi, sikapnya yang wajar memancarkan persahabatan yang tulus.
Rina termasuk kembangnya kampus, betapa tidak, tubuhnya yang sexy dengan rambut sebahu dan wajahnya yang cantik benar2 jadi primadona.
sudah jelas kalau bukan karna kelompok ini, Nimbrot mungkin tidak mungkin punya kesempatan bisa kenal dekat dengannya.
terselip juga rasa minder di hati Nimbrot bila melihat Rina.

Sore itu Nimbrot agak terlambat datang, teman2 kampus sudah pada berkumpul di rumahnya rina. Sebelum masuk ke rumah rina, Nimbrot sempat mendengar namanya disebut.
akhirnya Nimbrod memberanikan diri perlahan2 menguping pemcibaraan mereka

Heru : Nimbrot nih benar benar ngaret !
Lola : ia tuh tadi siang sudah gw ingetin buat kesini. dasar papua satu tuh, sebel deh
Rina : si Nimbrot ? yang orang papua itu ya ? emang gpp gitu, dia gabung di kelompok kita ? orang – orang sana sangar-sangar, ngeri gw.

Nimbrot yg sedari tadi menguping, merasa sedih dan agak tersinggung juga mendengar omongan si rina, namun karna sudah ada di situ, Nimbrot memberanikan diri untuk masuk dan bergabung, seolah olah tidak mendengar apa apa

Haripun berlalu, sikap rina yang kurang menerima kehadirannya, ditambah dengan omongan2 yang sempat didengar, betul2 membuatnya kecewa. Sikap Rina kian lama kian kentara, kadang pas kumpul2, dia selalu berusaha mengambil posisi yang jauh dari Nimbrot, Seolah olah ingin menegaskan bahwa mereka memang tidak selevel.

Kadang terbersit sesak di hati, ..kenapa sa harus hitam.. kenapa sa harus keriting,kalau sa sama dengan mereka mungkin tidak begini perlakuan yang sa terima. Ahhhhhh.
Namun sebagai mahasiswa yang terdidik, nimbrot pun tetap berpikir positif dan berbesar hati. Ah sudahlah mau apa lagi, sa memang berbeda (bathin Nimbrot di dalam hati).

Lama kelamaan semangatnya dalam kegiatan kelompok mulai menurun. Nimbrod pun pun mulai menjaga jarak dengan temannya Rina,
kalaupun mereka berkumpul, Nimbrot berusaha untuk tidak perlu bicara. tapi ketika Rina memerlukan sesuatu ataupun ada apa2,
Nimbrotl;ah yang paling cepat menawarkan diri untuk membantu.
biarlah dia menghina, biarlah dia tra suka sa, sebagai sahabat sa ikhlas.

Semester pun berganti, kehidupan kampus berjalan apa adanya, kelompok study Nimbrot dan teman temanhya sudah jarang berkumpul karena kesibukan masing-masing. disaat rina sakit, Nimbrot, heru maupun lola menyempatkan diri untuk berkunjung. Bahkan ketika beberapa kali rina pindah kost, Nimbrot pula yang membantu mengangkut barang2nya. Semua dilakukan dengan iklas, walau nimbrot tau rina tidak pernah menghargai semua itu dan menganggap Nimbrot hanyalah teman yang siap dimanfaatkan tenaganya.

Tak terasa akhir perkuliahan pun tiba. Nimbrot mengisi waktu dengan beres – beres dan dan mengirimkan sebagian buku2nya ke papua, biar nanti pas pulang, tidak terlalu repot, pikir Nimbrot di hati.

Mama sa su kirim buku2 lewat tiki, nanti mama suruh bapade pi cek eee, mungkin 7 hari su sampe
io nanti mama bilang, niby ingat makan ee, jangan suka keluar malam,
ingat sembayang, supaya Tete Manis jaga dan lndungi sampe kembali ke papua.
cara ibunya memanggilNimbrot dengan panggilan spesial, caranya memperhatikan Nimbrot adalah hal yang paling indah didunia,
rasanya Nimbrot ini selalu menjadi bayi kecil tak berdaya ketika berhadapan dengan ibunya.
ahh mama sayang sehhhh, Nimbrot tersenyum sendiri.
io mam.. resbe.

Seminggu menjelang wisuda Nimbrot diberi tahu heru bahwa rina menanyakan kabarnya. Nimbrot tertawa saja mendengarnya,
karna pasti heru mengerjainya. Memamgnkebiasaan bagi heru dan Nimbrot bercanda sambil menghayalkan gadis2 cantik di kampus.

Ternyata memang benar, rina memang menanyakan Nimbrot.
brot…. , gimana kabar heru dan nina ? (ih baru ketemu bukannya menanyakan kabarku, gerutu Nimbrot dalam hati)
baik saja, kemarin nina ke jakarta, heru tadi ada, katanya mau ke simpang
oo..
eh brot…. aku bisa ngomong sama kamu ?
oo ia ada apa ya ? (Nimbrot penasaran, grogi dan senang juga, ihihihi)
di warung sana yuk sambil minum, aku haus, ajak rina sambil menunjuk warung di pojok tempat biasa teman2 kumpul buat sekedar makan
atau ngobrol apa aja.

Singkat cerita… sore itu rina mencurahkan segala isi hatinya tentang dia baru habis putus, berkali kali dikhianati, dan dia frustasi, juga mengenai sikapnya yang tidak pantas pada Nimbrot dan satu hal lagi, rina mengaakui bahwa Nimbrotlah yang paling tulus bersahabat dengannya, yang lain bersahabat karena ada kepentingan tertentu dan ada niat lain dibalik semua itu ( sa kira pembaca su tau sudah )

Diakhir cerita rina meneteskan air mata, meminta maaf dan mengatakan dia mau jadi kekasih Nimbrot dan setelah wisuda dia akan minta ijin orangtuanya , ingin ke Papua mencoba mengaplikasikan ilmunya di Tanah Papua tentunya bersama – sama Nimbrot.

Bukan main ….sa bisa mempunyai pacar secantik bidadari kapa, mama eee ini betul ka trada eee
Pikiran Nimbrot melambung seketika ke lagit ketujuh !!
Namun sekedar untuk menjaga image dan wibawa… Nimbrot meminta Rina memberikannya waktu untuk memberikan jawaban.

Nimbrot kini bukanlah Nimbrot 4 tahun lalu, nimbrot yang polos, dan kadang merasa rendah diri. Nimbrot kini adalah seorang sarjana penuh wibawa dan siap pulang untuk menerapkan segala ilmunya membangun Papua tercinta.

2 hari menjelang wisuda, Nimbrot dan rina kembali bertemu
Nimbrot menolak dengan halus semua keinginan rina, dengan mengatakan bahwa dirinya sudah punya Josefine, yang sudah dipacarinya 2 tahun terakhir ini. Rina mendengar semua penolakan itu dengan deraian air mata, entah karena merasa tidak percaya bisa ditolak Nimbrot ataukah mungkin sebagai ungkapan sesal di dada atas segala sikapnya selama ini ke Nimbrot.
Rina memeluk dan menciumi Nimbrot, Nimbrot membalas dengan ciuman sopan (dipipi bah..kam pikiran tuu..), dan secara halus melepaskan dekapan rina, dan mereka pun berpisah kembali tenggelam dalam aktifitas masing-masing.

Selesai wisuda, masing2 kembali ke daerah asal, kontak pun terputus.
Nimbrot kembali ke papua. Rina kembali ke Pulau Sumatra ke sebuah kota yang begitu terkenal.

Efinn..
Kk duluan ee, ko cepat selesai supaya pulang tong dua nikah.
kk sangat sayang ko, biar artis ka bintang film datang menawarkan segala cinta, kk tra kaget, cuma ko saja yang mengerti kk. jangan curiga kk dengan rina,
trada apa apa sama skali.

itulah bunyi sms Nimbrot ketika akan kembali ke Papua. maklum Jossefine dan Nimbrot saling berbeda kota.
Dalam hatinya Nimbrot mendoakan Rina sahabatnya itu, agar sukses dalam perjalanan cintanya dan meniti masa depan.
———————
April 2009, di tepian teluk youtefa, Julio.
ini adalah cerita rekaan semata, jika ada kesamaan tempat dan tokoh, mohon maaf sebesar besarnya. Foto pada cerpen adalah ilustrasi semata.

BALADA CINTA APLENA

#CerpenPapua
BALADA CINTA APLENA

Alkisah di suatu masa yang lalu, seorang dara manis papua yang sungguh cantik jelita bisa dikatakan kembangnya sma, Aplena namanya. Banyak hati tertawan padanya. banyak pemuda ingin memilikinya, namun si gadis sudah punya pilihan sediri. di masa sma ketika sedang mekar mekarnya sang gadis, pilihan cintanya jatuh pada seorang supir taksi dari daerah sebrang.
Banyak pemuda patah hati waktu itu. bukan persoalan dia memilih supir taksi yang memiliki banyak taksi di kota ini, namun dengan pengalaman dan kenyataan, bahwa sesungguhnya sang dara ini pasti akan dijadikan obyek kesenangan belaka, membuat geram dan kecewa banyak pemuda yang naksir padanya, namun apa daya ? sang dara berhak menentukan pilihannya kan ?.

Diantara sekian banyak pemuda, adalah Festus, seorang pemuda Papua seseorang yang betul betul sangat terluka dan kecewa, bagaimana tidak, dalam hatinya dia bertekad akan memberikan apapun, termasuk nyawanya sekalipun untuk sang dara pujaannya ini, andai sang dara menerima cintanya

Festus.. hanya bisa menahan rasa, melihat dari kejauhan, Aplena diantar jemput pakai taksi, Aplena bisa mengajak kawan kawannya naik taksi gratis.
Dentuman musik keras dari dalam taksi ditambah cekikikan suara tawa dan canda, semakin mencampakkan Festus ke titik nadir terendah dalam hidupnya,
bahwa memang dia buruk rupa dan tidak punya apa apa.

Ditengah terik siang itu, Festus bersandar di bawah pohon kasuari, menunggu barangkali ada orang yang berbaik hati untuk memberikan tumpangan. ( Festus leften )

singkat cerita.. sejarah pun berulang.. sang sopir pulang ke daerahnya, meninggalkan bunga yang telah layu.
Kembang yang molek nan indah kini kurus dan pucat karna telah terhisap seluruh madu cintanya, bagai kembang yang merana.

Dalam kemeranaan itulah.. Festus sang pemuda hadir kembali menawarkan cinta, cinta yang masih sama seperti dulu. Dalam keputusan asaan dan tiada pilihan, Aplena menerima cinta Festus.

Kini, bunga yang layu dan hampir kering itu telah segar kembali, berseri dan mewangi, karena siraman cinta yang cukup dan penuh ketulusan .
Aplena kini berbahagia, telah dilupakannya semua masa silam,
dimatanya kini, Festus adalah pria paling tampan di muka bumi ini

Sa tra ganteng.. tapi sa sungguh menictaimu wahai gadis Papua.
====================
Dalam Keremangan Malam, Julio
Ini adalah cerita rekaan semata, bila ada kesamaan tokoh dan peristiwa, mohon maaf.
Foto pada gambar adalah gambar ilustrasi.

Andai Sa Tau

#CerpenPapua
Semoga berkenan

ANDAI SA TAU

Sambil duduk duduk berkelompok menikmati kue bakwang dan es lilin pagi itu, seperti biasa.. yang punya uang lebih yang harus membayar. Tradisi ini sudah berjalan turun temurun sejak aku di smp.
Hal itu terbawa sampai di sma. kebetulan sebagian teman teman akrab di smp dulu, sama sama masuk di sma yg sama, sesuai perjanjian kita dulu. Obrolan pun mengalir kesana kemari, sambil menunggu lonceng tanda istirahat usai.
Saat ini di tahun ajaran baru, tahun keduaku di sma tercinta. Seperti biasa pula, tahun ajaran baru, sekolah menerima pendaftaran siswa baru. Seperti biasa pula hal ini tak luput dari perhatian dan pembahasan kami kaka kaka kelas (kelas 2 ).

Mulai dari pasang aksi, pasang target dan adu aduan kira kira siapa yang bisa mendapatkan ade baru (istilah kami untuk pacar baru ).
Aku tidak fokus dalam proyek ini (hehe proyek) karna menyadari, siapa diriku dibandingkan teman teman yang punya tampang oke serta bekingan orang tua yang lumayan, dibandingkan aku anak seorang pegawai harian di sebuah intansi pemerintah, tentu jauh berbeda.
Namun itu semua tidak membuatku kuper dan minder. Percaya diri yang ditanamkan orang tua dan patuh pada agama serta rajin belajar membuat aku mendapat tempat khusus di mata kawan kawan lainnya.

Hari ini hari ketiga penerimaan siswa baru.
Tanpa sengaja pandanganku terpaku pada seorang gadis manis yang malu malu, masih berpakaian smp.
Siswa baru nih..begitu pikirku. Naluri kk kelasku membawa langkahku mendekat, seolah ingin menunjukkan bahwa… nih akulah kakak kelas… 🙂
Langkahku terhenti, naluri kk kelas ku sirna seketika menjadi ciut dan grogi, ketika dari kejauhan kulihat ade manis ini segera meninggalkan sekolah dengan pengawalan 2 orangberpakaian coklat, menaiki sebuah mobil sedan berplat nomor merah dengan dua angka.
Aih… anak bos rupanya. Aku seolah tersadar, ke sekolah terkadang leften
(istilah kami untuk menungggu kendaaraan2 bak terbuka yg bisa kami naiki secara gratis), kadang belum makan tapi memaksakan diri masuk sekolah…demi mengejar impian..
ini dan itu tidak punya… ah..

Sejak hari itu ade manis ini jarang terlihat lagi,
akupun berusaha melupakan kejadian singkat ini tapi kenapa yah..rasa didada ini mulai bercampur aduk, ingin tau.. dan sedikit kekaguman ttg ade manis itu…
rambut keriting ikal-ikal, sedikit kemerahan, terurai ke bahu…
hmmm… manis betul…hayalan ku mulai melambung kelangit ketujuh.
bulan pun berlalu… suasana belajar mengajar pun sudah berjalan seperti biasa.

dari beberapa teman akhirnya aku tahu..
ade manis yg dulu datang mendaftar itu adalah anak seorang pembesar di kotaku.
aihh… su kaya, ortu bos, cantik lagi..
terkadang kami berpapasan di kantin sekolah..
aku coba melempar senyum penuh wibawa..
dia tersenyum sambil tertunduk malu.
ahhh… ade…. ko bikin kk pikiran kaco.

semua berjalan apa adanya, di tahun ketiga, akupun dinyatakan lulus dgn nilai yang lumayan dan bisa melanjutkan kuliah dengan beasiswa, sungguh aku sgt beruntung. Andai saja nilaiku rendah.. mungkin kuliah hanyalah hayalan semu

Kisah ttg ade manis tadi sudah kulupakan karna aku tau siapa diriku dan siapa dia. Ah sudahlah daripada nanti aku kecewa setelah terlanjur berharap… 🙂 bijaksana bukan ?
Jujur saja andai aku ini kaya, anak orang berada dan punya tampang, mungkin ade manis tadi bisa menjadi milikku.

7 tahun sejak aku melanjutkan kuliah ke pulau sebrang (kuliah 7 tahun karna banyak hambatan)
akupun pulang ke daerah asal. karna ibuku yg sudah sakit sakitan. Kuputuskan meninggalkan kuliahku dan segala citacitaku, demi menemani ibu tercintaku, bagiku dialah orang terpenting dalam hidupku.

di suatu suatu sore yang indah, ketika habis pulang dari kios beli gula…
Aku seolah olah melihat sosok yg tak asing dibenak ku…ahhh..ternyata..
itu ade manis yang dulu itu……..
waw..aku yang sudah 7 tahun merantau..sudah cukup berpengalaman..
toh sempat grogi..hehehe.oh tambah manis…cantik, sexy ahhh.
kuperhatikan lagi dia menggendong seorang bayi.
kuberanikan diri mendekat.
Ade rika ka ? sapaku.
io..ini…….ini….ini kk markus tooo, ucapnya dgn mata berbinar binar.
io… betul ade..ucapku sambil mencoba menguasai diri
ini ade pu anak? ade su nikah ???tanyaku
ade sudah bercerai kk, begitu jawabnya sambil tertunduk.
tiba tiba dia menoleh.. berujar sambil meneteskan air mata
kk pergi kuliah tra kastau ee…trada kabar kabar ka…
tong tunggu lama sampe…sombong ehhh

Sungguh mati…kalimat itu seperti petir menyambar persis di jantung..
jadi ?? selama ini dia juga naksir padaku ???
jadi itukah arti senyum manis malu malu dan tertunduk ketika di kantin sma dulu ?
ahh kenapa aku terlalu bodohh ???? ahhhhhhhhhh
—————
Awal Oktober 2017, Di Persimpangan Cinta, Julio.
Ini adalah cerita fktif belaka, bila ada kesamaan tokoh dan peristiwa, mohon maaf sebesar besarnya.