Mas Kawin anak saya Jangan Di Pukul

sebuah CERPEN tentang Kehidupan

Diakhir bulan Juli 2010, Noel dan Heri bertemu tanpa sengaja dikantor polisi tempat Heri bekerja. Mereka bertemu bukan di jalan raya bukan juga ditempat dugem. Pertemuan itu berlanjut dalam suatu hubungan yang Noel paksakan sebagai pelampiasan kekecewaan terhadap situasi keluarga saat itu dan kekecewaan terhadap hubungannya dengan pria lain. Heri hadir memberikan rasa nyaman pada saat itu.

Menjelang wisuda pada bulan Agustus tahun 2012, Noel mendapati dirinya sedang hamil. Noel sangat panik pada saat itu tetapi Noel memilih untuk pulang ke rumah bapaknya di Timika dalam keadaan hamil 2 bulan. Bapak sudah mengetahui keadaan kehamilan Noel pada saat itu (mata bapak beranak 6 memang tidak bisa dikamuflase) tapi bapak tidak berbicara apapun yang menyinggung perasaan Noel dan tetap memperhatikan kesehatan Noel. Bapak memberikan makanan yang baik agar kehamilan Noel tetap sehat. Noel dan Heri masih tetap berhubungan secara diam-diam dan bapak sangat tidak menyetujui hubungan mereka berdua.

Pada saat kehamilan berumur 5 bulan, Noel memutuskan memberitahukan
pada bapak tentang kehamilannya tetapi tanggapan bapak saat itu adalah “bapak sudah tahu kalau Noel hamil, dan bapak minta dalam 1 minggu ini sebelum hari NATAL segera laki-laki yang kasih hamil Noel itu datang bersama dengan keluarganya”. Noel pun memberitahukan kepada Heri pesan bapaknya, kemudian Heri melanjutkan kepada keluarganya.

Pesan tersampaikan tapi gayung tidak disambut, Heri stres karena sudah mendekati waktu yang ditetapkan oleh keluarga Noel tetapi keluarganya satu pun tidak ada yang bisa datang. Didasari oleh rasa kasihan, Noel pun membantu Heri dengan menghubungi salah satu kerabat dari sahabat Noel untuk berpura-pura sebagai keluarga Heri. Noel juga memberi sejumlah uang untuk membeli piring besar dan mengatur dan membiayai segala proses peminangan. Tibalah hari yang ditentukan, Bapaknya Noel sudah menunggu bersama dengan kepala suku Teluk Wondama dan beberapa kerabat. Keluarga Heri
datang membawa piring dan sejumlah uang sebagai tanda “masuk minta”

Saat itu Bapak Noel berpesan kepada Heri dan keluarganya bahwa “Mas Kawin anak saya adalah jangan pernah memukul Noel, jika kamu Heri memukul anak saya maka pada saat itu saya akan mengambil kembali anak saya“. Bapak Noel sudah tahu bahwa yang datang pada saat itu bukanlah keluarganya Heri tetapi karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap Noel yang sedang hamil saat itu maka bapak menutup mata dan menerima pinangan.

Mama dan Bapak Noel pun sepakat bahwa Noel tidak boleh menikah sebelum mendapatkan pekerjaan. Sebenarnya itu hanyalah sebuah alasan karena bapak terlalu banyak mendapat informasi negatif tentang Heri dan menentang rencana pernikahan yang sering diutarakan oleh Noel. Bapak mengarahkan agar Noel memberi waktu kepada diri sendiri untuk mempelajari Heri sebelum melangkah lebih jauh.

Mama dan bapak Noel telah berpisah sejak lama. Mama meminta kepada bapak agar mengirim Noel ke Nabire dan menjalani proses lahiran disana. Tetapi bapak dan Heri menolak dan menginginkan persalinan di Timika. Setelah bersitegang selama beberapa bulan, akhirnya Noel memilih melahirkan di Timika dengan satu syarat dari mama bahwa Noel harus melahirkan dengan cara operasi karena mama tahu betul Noel tidak bisa menahan rasa sakit yang terlalu sakit.

Heri kemudian membawa 2 orang saudaranya untuk menemani dan membantu Noel during the Pra, due time dan Pasca lahiran. Noel berada ditangan 2 orang amatiran yang menjadi sangat profesional pada saat itu, mereka dengan baik dan telaten membantu Noel dan bayi Ian melewati 40 hari pasca lahiran.

Noel melahirkan dengan cara cesar, dan segala pembiayaan dibayar oleh bapak Noel.

Ketika Ian berumur 4 bulan, Heri berubah menjadi seorang pembohong. Heri berbohong mulai dari waktu piket dikantor sampai dengan masalah keuangan. Heri lebih sering menghabiskan waktu diluar rumah ketimbang berada dalam rumah bersama Noel dan Ian. Yang lebih menyakitkan Noel adalah ketika Ia bertanya tentang gaji Heri selalu menjawab “kasih uang ke perempuan seperti ko untuk?” Jawaban itu rasanya menusuk sampai kedalam jiwa. Hal itu menjadi “Jawaban Favorite” ketika Noel bertanya tentang gaji. Sampai tiba dimana Heri memukul Noel dimuka dan perut ketik Ian masih dalam gendongan Noel. Noel jatuh kelantai karena bekas operasinya dipukul, tetapi yang paling sakit bukanlah bekas operasi yang dipukul tetapi hati yang tercabik-cabik.

7 bulan yang lalu Heri baru saja berjanji tidak akan memukul Noel kepada Bapak. Bapak melihat memar dimuka Noel dan memanggil Noel kedalam kamar kemudian bertanya tentang memar dimuka tetapi Noel berkata bahwa Noel terjatuh. Heri kemudian memukul Noel sekali lagi dihadapan teman-temannya dan meletakkan senjata dikepala Noel. Noel terisak dan sedih luar biasa dan pada saat itu Noel berteriak “Demi Tuhan Yesus saya tidak akan Nikah dengan Ko

Noel kemudian menyampaikan perihal pemukulan tersebut kepada bapaknya dan bapak memanggil Heri untuk memberikan penjelasan tetapi yang tersisa dihati Noel hanyalah kebencian. Noel kemudian berjanji untuk berubah 360 derajat.

Di suatu saat yang lain, Noel bercerita tentang proses peminangan yang menyalahi adat istiadat kepada bapaknya, bapak kemudian marah besar dan berkata bahwa sesuatu yang dimulai dengan kebohongan akan berakhir dengan bencana.

Kemudian Noel berkata “saya mau kerja, saya bosan tadah tangan ke bapak terus”. Kemudian bapak menjawab dengan santai “ko nanti kerja itu ko pergi sampai ko nene-nene baru pulang”.

Noel kemudian mengikuti tes PNS Kementerian dan lulus. Noel pun harus mengikuti sebuah pelatihan selama 1 tahun. Ian akan dititipkan kepada orang tua Noel tetapi orang tua Heri memohon agar anak tinggalkan di mereka. Noel berjanji akan menjemput kembali anaknya ketika selesai pendidikan.

Hubungan Noel dan Heri semakin memburuk karena Noel setiap saat teringat bagaimana Heri menghina Noel tentang gaji dan bagaimana Heri memukulnya pada saat itu. Hubungan antara mereka telah lama berakhir bagi Noel diawal tahun 2015. Heri masih menganggap bahwa mereka masih berhubungan dan mencoba untuk memperbaiki semua. Tiba saat dimana Heri bosan dan menghina Noel dengan berkata “Siapa yang mau dengan perempuan yang su beranak seperti ko?” Kemudian Noel menjawab “Ko akan trima saya punya undangan nikah, tralama lagi”.

Ian berumur 2 tahun 4 bulan sejak terakhir Noel bertemu. Sejak Noel memutuskan hubungan sama sekali dengan Heri segala akses untuk bertemu Ian ditutup. Setiap kali Noel menghubungi Heri untuk berbicara dengan Ian pasti Heri menjawab “ko cari-cari saya untuk? Stop kejar-kejar saya sudah” atau dilain kesempatan Heri menjawab “ko hitung 20 kalender dulu baru ketemu Ian” atau tidak “berhembus kabar kalau Noel minta kembali dan memohon untuk kembali dengan Heri”.

Padahal semua orang tahu betul bahwa Noel “tidak pernah menjilat ludah sendiri”, Noel tidak suka dipukul, Noel tidak suka diselingkuhi. Karena ketika Noel berkata “tidak” sekalipun matahari terbit dari barat jawabannya tetap “tidak”.

Noel bertemu dengan pria lain, seseorang yang sangat dewasa pikirannya, kemudian Noel memutuskan menikahi pria tersebut. Noel menikah bukan karena ingin membalas dendam. Noel menikah karena Noel merasa telah bertemu sesorang yang dapat menyeimbangi pemahaman dan pikirannya. Anehnya sebelum mama Noel meninggal, beliau telah merestui hubungan Noel dengan pria ini dan berkata kepada Noel bahwa kali ini pilihanmu tepat. Mama berkata agar segera menikah. Pernikahan ini merupakan suatu kebetulan dan tidak dipaksakan.

Akses untuk bertemu Ian tertutup dengan rapat. Karena bagi mereka ketika Noel menikah maka hubungan anak dan ibu terputus selamanya. Noel meminta saudaranya untuk pergi menjenguk Ian tapi tidak diperbolehkan sama sekali. Selama 2 tahun Noel mencoba bertemu Ian tetapi selalu gagal.

Berbekal jaringan yang kuat, Noel mulai berdiskusi dengan banyak orang dari banyak kalangan lebih khusus dari kalangan Hukum. Mereka meyakinkan Noel bahwa “ANAK YANG LAHIR DILUAR PERNIKAHAN ADALAH HAK PERDATA IBU DAN KELUARGA IBU” anak ini hanya memiliki “Ibu Kandung” dan tidak ada sebutan “Bapak Kandung” yang ada hanyalah “Bapak Biologis

Didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum APIK dan P2TPA Pemberdayaan Perempuan serta difasilitasi oleh Provos Polda Papua. Kami dipertemukan dalam suatu ruangan. Noel dicaci maki didalam ruangan oleh keluarga besar Heri, tetapi Noel tetap pada prinsip hukum yang telah dijelaskan oleh pakar hukum. Akhirnya kedua belah pihak sepakat bahwa Ian diasuh oleh Noel dengan memakai marga Heri. Heri boleh menjemput Ian disaat liburan sekolah. Ketika surat pernyataan telah dibuat, salah satu saudara perempuan Heri merobek surat tersebut kemudian Heri beserta keluarganya lari membawa Ian dari ruangan Kepolisian.

Noel menangis sejadi-jadinya didalam ruangan karena merasa dikhianati. Noel merasa bahwa Heri dan keluarganya tidak menghormati hukum sama sekali.

Noel kemudian kembali dengan kekuatan penuh membawa keluarganya. Sekali lagi Noel masih menghormati hukum dan memberikan kesempatan agar para penegak hukum memberikan pengertian kepada keluarga Heri agar mau menyerahkan Ian secara baik-baik. Tetapi sekali lagi mereka menolak. Ketika para penegak hukum meninggalkan rumah keluarga Heri tanpa Ian. Pada saat itulah Noel beserta keluarganya mengambil Ian dengan cara berkelahi dan saling memukul. Rasa benci karena 2 tahun tidak diijinkan bertemu Ian menyelimuti kepala Noel dan pada saat itu Noel kehilangan rasa hormatnya kepada orang yang lebih tua. Noel mengambil Ian tanpa ampun. Ian berumur 4 Tahun 7 Bulan ketika kembali kepada Noel.

Pada awalnya Noel berusaha untuk menghentikan segala kebencian dan bersama-sama membesarkan Ian. Noel berasal dari keluarga Broken Home tetapi Mama dan Bapaknya tidak pernah melarang Noel untuk pergi ke keluarga Ibu atau keluarga Bapak sehingga Noel merasa bahwa tidak masalah jika Ian dibesarkan dengan cara seperti itu. Tetapi sepertinya keluarga Heri menginginkan Ian untuk diri mereka sendiri tanpa memperhitungkan bahwa Ian lahir dari rahim Noel.

Bagi Noel segala proses untuk bicara baik-baik telah usai. Kita hidup didalam negara Hukum. Hukum menjamin bahwa “ANAK YANG LAHIR DILUAR PERNIKAHAN ADALAH HAK PERDATA IBU”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s