Tony, Kasih Yang Terpendam”

Tony, Kasih Yang Terpendam”
(Cerpen – Papua)

Sebua SMA Di Kota Sentani tahun 2001, ketika suhu politik Papua begitu menghangat-hangatnya, maklum baru setahun sebelumnya Gusdur (Presiden RI kala itu) membolehkan Bendera Bintang Kejora berkibar di Tanah Papua, belakangan Ibu Mega yang mengganti Gusdur sebagai Presiden RI melarang bendera itu berkibar sebagai imbalannya diberikan “Otonomi khusus Papua”.

Otsus kemudian jadi buah bibir banyak orang sebagai peluang bagi putra daerah untuk menjadi tuan di negri sendir,i bahkan diberbagai bidang pekerjaan, kegembiraan ini yang turut dirasakan para siswa kelas III SMA di Kota Sentani, betapa tidak tahun sebelumnya tamatan 2000 bisa dengan mudah masuk menjadi Bintara Polri, semangat inipula yang membakar Tony yang kini duduk dibangku kelas III jurusan IPS untuk usai tamat nanti berniat melamar untuk menjadi calon siswa Bintara Polri di Polda Papua.

Tony, ketika itu seorang anak muda Papua tampan yang cukup gagah, sebab bawahanya yang dari keluarga disiplin, ia bukan pria perokok, tidak juga akrab dengan Miras membuatnya menjadi lelaki cukup ganteng yang mempesona aura pria-nya, namun sayang, Ia tidak terlalu populer dibanding siswa ganteng lainnya di kelas, karena pembawannya yang satu itu, kurang gaul, pendiam, murung bertemu orang atau teman siapapun bicara seperlunya saja alias to the point, membuatnya kurang dikenal.

Namun, Tony termasuk siswa yang cukup cerdas diatas rata-rata, rangking raportnya biasa rangking IV atau V dalam tiap caturwulan, dia punya salah satu hobby khas, menyanyi juga bermain guitar.

Jumat pagi menjelang siang itu, …!! Ketika siswa kelas III baru usai ujian Ebtanas dan hanya jalan-jalan masuk sekolah sambil tunggu hasil ujian yang akan dimumumkan pihak sekolah beberapa minggu kedepan.

Tony,..!! ko ada bikin apa..kita latihan lagu,..?? sapa ida, teman kelas Tony.
“Trada.. ida.., tapi sa tra bawa gitar ..!!”. Jawab tony, lantas. (karena tony, juga punya gitar tua yang biasa dibawah ke sekolah)

“Itu, ada Ona pu gitar .!
jena ada pinjam kutik..kutik gitar tapi dia tra tau main gitar” . balas ida.
(Jena adalah siswa kelas I SMA yang akrab dengan Ida, lantaran famili dalam keluarga mereka, tetapi bagi Tony, Jena si gadis berdarah campuran Serui Fakfak ini begitu special, Tony di dalam diam begitu mengagumi Jena, si adik kelas yang kerap datang mengunjungi Ida)

Oh.. yoo..ii . tempo. Tapi..Ona..!, Yansen..? Tanya Tony.
Kalau Ona, dia yang bawa gitar tu, dari tadi su siap, latihan lagu, ..Yansen nanti paling sebentar Ona bilang dia. Jawab Ida.
“Jenaa..! mari,..”

Ida memamanggil Jena karena, gitar sementara di Jena, Jena datang dan dikenalkan Ida pada Tony.
“Tony,. Ini Jena, sa pu ade famili, anak kelas 1…:”, sambil berjabat-tanga dengan Jena, Tony pura-pura tra kenal sambil salaman, tapi dalam hati mulai bergolak, Tony sendiri tra tau pacaran tapi gadis ini seperti mengajarinya sebuah arti menyukai lawan jenis.

Siang itu mereka bersiap latihan lagu yang disiapkan Ida, karena biasanya nanti setiap hari Sabtu siang seluruh siswa dari kelas I – III kususnya Kristen akan dikumpulkan jadi satu untuk ibadah bersama di aula, jadi kalau hari jumat atau ada waktu kosong pelajaran di kelas, sering siswa-siswi yang suka mengisi vocal group akan latihan lagu yang nanti dibawakan dalam ibadah sabtu.

Selang beberapa menit kemudian, Ona masuk ke ruang kelas.. Jena lantas memberitahukan..

K,’ Ona kita latihan lagu.. tu., sa suda kasi gitar sama ka tony. dan k’ Ida ada tunggu lagi.
“ohh. Ayoo.. Jen”,
ajak ona sambil berjalan bersama Jena menuju Ida dan Tony. Ona adalah teman sekelas, Tony.

Ida.. mana lagu yang ko tulis ?? Tanya Ona,
Siippp.. ada nee..!!! (balas ida), Ona baru yansen ? Tanya Ida.
Lantaran Yansen adalah pacar Ida tapi hubungan mereka putus sambung, Yansen juga biasa bergabung latihan lagu dan bernyanyi bersama, dia guitaris cadangan kalau Tony tidak ada.

“Jiiihh..tadi dia ada diluar, terserah kalau dia mo gabung..”. Balas Ona, singkat.
“Yooii. Suda” Jawab Ida.

Tony, Ona, Ida dan Jena melanjutkan latihan lagu tanpa Yansen, Tony sendiri dalam latihan punya hati berbunga-bunga pasalnya kehadiran Jena, pokoknya trada yang lain, Jena andai saja sa deng ko pacaran.
Sepanjang latihan lagu, Tony penuh dengan lamunan terhadap Jena, Jena ko ada pikir sa ka tidak ee..? pikir Tony dalam hati sambil mengiringi dalam alunan melodi merdu pada tiap bait lagu yang dinyanyikan dengan serius oleh Ida, Ona dan Jena si pujaan hati.

Tiba..tiba..
Ehh.. ko tra konsentrasi skali, ko main di nada salah, kitong menyanyi jadi kacau Ton..!!, .
.Ida mengagetkan Tony.

Tony,pun kaget bukan main dari lamunan ..sambil lanjut menyesuaikan petikan senar gitar ikuti lagu.

(aduhh untung dong tra tau, ini gara..gara Jena saja ne, jawab Tony dalam hati sambil senyum-senyum), Ona dan Ida tidak sadar, kalau latihan lagu kali ini dengan kehadiran bintang tamu Jena membuat Tony tampil tra seperti biasa. Tony memang su lama ee. naksir Jena, sewaktu MOS (Masa orientasi siswa baru) di SMA, tapi Tony yang anak pendiam, kurang bergaul kadang malu untuk tampil dimuka membuat impian dan benih..benih rasa terhadap Jena hanya tersimpan di dalam hati. Tetapi siang ini dia begitu dekat dimuka. Hanya hitungan menit, sebentar selesai latihan lagu Tony tahan sebentar si dia dan utarakan isi hati secara langsung saja kan selesai… tapi bagi Tony ini pekerjaan berat seperti angkat semen tonasa 2 sak di bahu. Atau minta bantuan Ona, kalu masih trabisa Ida saja yang paling dekat dengan Jena karna sebagai famili.. itupun tra bisa juga bagi Tony si anak pendiam ini.

Siang itu, latihan lagupun berakhir tepat pukul 12 siang..
“Ayo.. kitong pulang sudah.. ini su siang ..” ajak ona kepada Tony, Ida dan Jena.
“Ayo, suda.”.jawab Ida dan Jena hampir bersamaan
Biasanya dihari jumat, jam 11 siang kelas pada umumnya mulai sepi dan lebih cepat jam pulangnya.

Sampe jumpa besok, balas Tony..!!
“Yombeks… Ton .. besok ko yang main gitar sudah, Yansen kalau besok ada sesuaikan saja..” jawab Ida.sambil merapikan tas dan gitar yang dikembalikan Tony.

Siang itu Tony pulang dengan hati ceriah tapi penuh gunda gulana, masa untuk minta Jena sabar sebentar saja dan mengungkap isi hati saja tidak bisa tu..
Sambil berjalan bersama ke pagar luar sekolah, sesekali Tony melempar pandangan ke arah Jena dan dibalas dengan pancaran senyum manis yang datar.
Tony seakan hancur, masa tra mampu bilang..(sa sayang ko) tu. ###

Berpisah siang itu dan menunggu untuk Sabtu besok bertemu lagi di ibadah bersama antar kelas bagi Tony seperti menunggu 1 abad lamanya. Tony pulang dengan hati penuh kacau balau, ada rasa menyesal.. ada rasa marah kepada diri sendiri.. kenapa sa terlahir sebagai anak pendiam yang kurang gaul ka.

****
Esok harinya, Sabtu. Pukul 2 siang. Lonceng sekolah berbunyi tanda usai jam belajar seluruh siswa kelas 1 – 3 yang Kristen dengan sendirinya berkumpul diruang aula sekolah untuk ibadah.

“K’Ona tadi pagi k’ida ada sakit makanya tidak masuk…” kata Jena, memberitahu.
“Oh.iyo, ka Jena,.. sayang. Sebentar siang pulang Sekolah, Jena temani kitong ke dia ee..?
Ida , hanya menganggukan kepala, tanda setuju.

Ona memberikan Gitar kepada Tony, sambila berkata.
“Tony, kita tiga menyanyi Ida tra gabung, karna sakit..”
“”..Ohh..Iyo, tra papa..” sahut Tony sambil mengambil gitar, akan tetapi sorot mata Tony seperti tidak bosan-bosan untuk menatap Jena si gadis manis, senyum memukau selalu terpancar tak putus-putus dari gadis ini.

Ade.. ini de suda pu pacar ka blum ee..?? kenapa sa pu hati dari kemarin kacau skali sama dia..? dia tahu ka tidak sa naksir skali sama dia ?? pertanyaan yang memantik belahan jiwa Tony ketika bersiap untuk ikut ibadah sabtu siang ini. Semua sudah mulai siap untuk ibadah, Ona sudah kedepan dan memberikan informasi pada MC mengenai vocal group dari mereka yang sebentar akan mengisi dalam ibadah, “Trio IPS” begitu nama group mereka yang disampaikan Ona pada MC, meskipun si Jena masih kelas I SMA tapi bagi Ona itu tra penting dia masuk sebagai “Trio IPS untuk bawa vocal sebentar”.

Sewaktu ibadah akan berjalan, Tony si pemalu duduk dengan teman-teman lelaki, begitu juga Jena yang duduk bersama teman-teman siswa kelas I.

Sementara ibadah berjalan, Ona tiba-tiba merasa tidak enak badan, keringat dingin dan mual. Ona akhirnya tidak ikut ibadah dan sudah tidak sanggup untuk pamit ke Tony dan Jena lalu pulang tanpa memberitahu.

Akhirnya tiba pada giliran, Trio IPS mendapati kesempatan pertama dalam ibadah diundang untuk membawa vocal group melalui lagu yang telah disiapkan.

Pembawa liturgy memanggil :
kami memberi kesempatan kepada “Trio IPS” untuk membawakan lagu yang telah disiapkan. (Trio IPS mendapati giliran pembuka)

Mendengar panggilan pembawa liturgi , Tony si pemalu duduk diam menunggu dan berharap Ona dan Jena lebih dulu maju, tetapi Ona rupanya tidak muncul, Jena kemudian mengambil inisiatif maju ke depan dan berharap Ona segera menyusul, tetapi tidak juga. Tony pun demikian mulai bertanya tanya dalam hati, kenapa Jena saja, mana Ona ?? aduh semua mata mulai lihat saya, pegang gitar lagi.

Tony memegang gitar sambil maju ke depan dengan perasaan yang malu, gugup, stres trada Ona, grogi untuk pertama kalinya mendampingi Jena dimuka umum. Ini keadaan akan bagaimana nanti, Ida, Ona, Yansen kalian siang ini bunuh saya..pikir Tony dalam hati sambil bersiap-siap gitar untuk berdua bernyanyi bersama si Jena.

Jena, Nampak biasa saja, tetapi Tony yang terlihat kaku spontan membuat Jena juga terpengaruh untuk gugup dan kaku. Ternyata benar..ramalan Tony, keadaan akan kacau. lagu yang dilatihan lain, Tony bermain gitar dan menyanyikan lagu lain, Jena pun malu-malu ikuti saja Tony menyanyikan lagu yang belum pernah Jena sendiri tahu. Semua mata siswa dan guru yang hadir dalam ibadah mengangah dua insan didepan sambil senyum-senyum. Tony pun buru-buru mengakhiri nyanyian bait ref yang seharusnya dinyanyikan 2 kali tetapi cuma sekali saja oleh Tony dan selesai.

Tony benar-benar membuat Jena juga malu hancur dimuka.. tapi lantaran kaka kelas, Jena diam dengan senyum manisnya sambil pikir apa yang barusan terjadi bersama Tony.

Usai ibadah, sewaktu hendak pulang. Jena menghampiri Tony dan memanggil.
“K’Tony, K’ Ton….!tadi itu.!!!!.” tony balik dengan rasa gugup terhadap lawan jenis yang dikaguminya ini.

Jena belum bicara, Tony su hancur senyum-senyum tapi tra ketawa bokar ingat tadi bawa vocal di depan … tetapi Tony cukup pandai dan segera berpikir, ini kesempatan untuk ungkap isi hati sayang pada Jena. Aduh tapi bagaimana ee.. ? sa bilang apa duluan ee ke dia ?? tanya Tony dalam hati.

Eeehh…mmmm… addeee… ahh.

Tony kembali lagi dengan gugupnya diam berhadapan dengan si manis Jena, sementara Jena layaknya gadis Polos sehingga belum pandai baca situasi Tony yang takaruan itu.

Kenapa kaka,? Tanya Jena, ingin tahu.

Ahh.. trada Adee.. baru Ona tadi..??
(tony tra sanggup dan ubah haluan pertanyaan untuk menjaga sang ade tersanyang tetap ada didekatnya).

“Oh.iyo, k’Tony baru sa juga tadi cari di kaka dong pu teman-teman III IPS tapi tidak ada k Ona..” balas Jena.

“Sudah Adee.. ayo kita antar gitar ke rumah Ona skaligus cek dia di rumah ka ..” ajak Tony pada Jena pujaan hatinya. ..
“Oke.. Kk trus kita masing-masing pulang. ..” Balas Jena.

Hheemmm..!!! barangkali ini akan jadi kesempatan lagi. Sa bisa bicara secara langsung sa pu isi hati sama Jena.. aduh tapi bagiamana ee.. sa gugup skali, gumam Tony dalam hati ketika berjalan bersama Jena ke rumah Ona yang cuman berjarak sekitar 100 meter dari sekolah.

Beberapa menit kemudian, di rumah Ona. Tony dan Jena berpapasan dengan Ayah Ona yang juga guru Matematika di sekolah.

Selamat siang Bapak..!!, sapa Tony.
“Selamat siang..Nak, oh. Perlu Ona ? dia tadi pulang sakit ada baring-baring di kamar..” Jawab Ayah Ona.
“..Ooohh.. ka, Ona Sakit ka ??..Jena bertanya.
“Iya, nak… mari masuk saja,. Bapak ada keluar sebentar..”, Ayah Jena mempersilahkan Tony dan Jena masuk ke dalam rumah.

Tony dan Jena masuk ke dalam rumah dan Ibu Ona mempersilahkan Tony dan Jena menuju kamar Ona. Di kamar, Ona yang sedang tidur Nampak pucat Karen sakit. Ibu Ona hanya masuk dan memberitahukan kalau Ona ada sakit lambung yang kambuh lagi, Ona akan diantar ke dokter praktek sore nanti. Beberapa menit kemudian Tony dan Jena setelah mengembalikan gitar milik lalu, pamit Pulang dari rumah Ona.

Diluar sewaktu Jena akan ikut Ojek untuk pulang, Tony kembali lagi dengan aksinya mencegat jena, kali ini agak berani.
Jenn.. sa ada perlu ko..?
(tony su tra mau panggil ade.. mungkin panggil adee akan bikin Tony penakut dan gugup).
Apa tu kaka..? Jena bertanya
“Heemm… !! besok sudah,..”
Tony rasa Iba sudah siang lagi, baru ojek pas kebetulan ada. Meski demikian, Tony amat kecewa setelah Jena naik ojek dan melambaikan tangan pada Tony diikuti pesona senyum manis. Masa sudah berkali-kali sa tra sanggup utarakan sa pu isi hati itu..Tony kecewa pada diri sendiri. Jena kayaknya belum punya pacar, sa tra pernah lihat ada laki-laki satu yang jalan deng dia, skrang kalo sa lama-lama begini baru ada yang masuk ungkap dong pu isi hati ke dia ..?? adoo.. Tony bertanya dalam hati sambil kawatir brat

Beberapa hari kemudian, Jena datang dan berdasarkan Saran Ida bahwa Tony hebat dan slalu mendapati Nilai bagus dalam bahasa inggris, akhirnya Ida jadi perantara untuk meminta bantuan Tony lihat soal bahasa Inggris tugas rumah Jena. Tony sebenarnya malas kalau itu dari Ida, tetapi begitu diketahui dari si pujaan hati Tony akhirnya bersedia membantu sepenuh hati. Tony akhirnya menemukan ide untuk mengatasi kesulitannya ungkap isi hati ke Jena. Yaitu selip surat di dalam buku Jena. Tony berpikiran bahwa buku toh pasti Jena sendiri yang akan buka dan biar dia lihat sendiri dan membaca suratnya.

Ok, baik. Nanti sa lihat Jenn.. yang mana..? Tanya Tony.
Yang ini kaka ..! Jena menjelaskan PRnya pada Tony.
“Nanti sa isikan jawaban skaligus.. Jen tunggu sebentar.” Kata Tony, sambil membawa buku PR milik Jena.
“Siap ..kaka..! makasih…” Jawab Jena yang polos.

Sekitar 30 menit kemudian, Tony yang cukup mahir bahasa Inggris sudah mengembalikan hasil pekerjaan bantuannya pada Jena. Sewaktu Jena trima buku dari Tony, Jena sempat melihat surat. Jena bilang Kaka..? Tony sudah buruh-buruh berlalu ke tempat lain. Jena lalu pergi ke kelasnya, Jena tidak terlalu pikirkan surat, Jena mulai melihat hasil kerjanya (tugas rumah) yang dibantu Tony sudah beres, Jena mulai merasa tenang, dan pulang ke rumah, karena tugas rumah akan dikumpul esok harinya.

Di kamar di rumah. tiba-tiba Jena teringat. Kalau tadi ada sepucuk kertas di dalam buku yang dikembalikan Tony. Jena mulai penasaran dan membaca.

Tony menulis!

“Ade.. Jena Yang Tersayang…”.
Maaf, saya menulis disurat ini, saya ingin mengatakan bahwa saya sangat mencintai dirimu, dan rindu untuk menjadi kekasih hati mu. Sudah lama saya mengenal kami sewaktu Masa Orientasi, saya senang lewat ida. Sa jadi dekat dengan kamu dan kini ungkapan hati ini saya tulis kepada mu seorang.

Dengan penuh kasih sayang, saya menunggu kamu membalas surat ini.

Salam sayang

Tonny..”

Usai membaca surat Tony, Jena yang polos dan belum pernah kenal dan alami jatuh cinta kaget, serba bingung dan merasa aneh untuk sesuatu yang baru.
Jena mulai membayangkan Tony. Dia pria pendiam, tidak perokok, juga miras.
ka ida pernah bilang dia termasuk siswa cerdas. Oh.iya, (jena teringat) PR bahasa inggris ku saja dia kerjakan dengan baik skali. Tapi sa harus bagaimana ? sa blom tahu pacaran. Pikir Jena dalam hatinya yang polos.

Hari demi hari Tony menanti jawaban Jena pujaan hatinya, hingga kini Tony mulai disibukan dengan aktifitas barunya yaitu mempersiapkan surat-surat untuk administrasi lamaran ke Polda Papua. Sebagai putra daerah asli Papua, sekalipun Ijasah belum keluar tetapi Tony hanya berbekal surat pengganti ijasah dapat memproses segala adminstrasi. Tony mulai sibuk foto copy dan lain sebagainya surat –surat, namun diwaktu-waktu kosong, Tony selalu membayangkan Jena.

Jena pun mengalami hal yang serupa, tidak lagi melihat Tony bersama Ida dan Ona di sekolah. Benih – benih rasa itupun mulai timbul di dalam lubuk hati Jena untuk mengenal arti rindu diam-diam kaka kelas yang mulai tidak kelihatan.

Jena-pun akhirnya menyiapkan surat balasan tetapi Tony dimana ? ketemu nanti dimana ? titip surat lewat siapa ?? Tanya Jena dalam hati. Sesekali waktu, Jena bertanya sepintas kepada ida untuk menghindari kecurigaan Ida bahwa Jena mulai jatuh hati pada Tony.

Ka’ida.. baru ka ida rencana kuliah ka ??.. Tanya jena pura-pura dalam pertanyaan permulaan.
Iya, rencana sih begitu jen..!!! jawab ida.
“Baru ka’Tony ..? ?” jena lanjut bertanya serius.
“Tony Di SPN/ Di Polda mungkin, itu sama-sama dengan Yansen dorang, kayaknya mulai test-peemriksaan ka..” Ida menjawab seadanya saja, karena tidak begitu tahu Tony, karena memang Tony tidak biasa berbagi cerita aktifitasnya ke teman-teman sekelas.

Jena, Nampak murung mendengar jawaban, Ida yang melihat keadaan Jena lantas bertanya.
Kenapa Jen..?
“Aahh.. tidak kaka ..” Jawab Jena sambil menyembunyikan rasa yang dialaminya.

Pada suatu kesempatan, Jena akhirnya setelah mendapati kabar dari Ida dan Ona bahwa Tony juga ikut test dan sudah masuk pada tahap pemeriksaan uji Psikologi bersama Yansen. Jena hari itu, hari sabtu melucur ke Jayapura dengan harapan jika ada kesempatan, Jena ingin bertemu langsung Tony dan membalas surat tony secara langsung.

Siang itu, calon siswa Bintara usai ujian psikologi tingkat daerah di SPN Jayapura, satu persatu keluar.. Jena menunggu dan menunggu, Tony tidak muncul batang hidungnya.

Tiba ..tiba..

“Hi…Adee..??” Yansen mengaggetkan Jena
Hemm… Kk.. aduh..sa kaget lagi. Jena terkejut.
Perlu sapa ade ? tinggal disini ka ? koq. sa blom pernah lihat ?? Yansen bertanya penuh selidik.
Trada kk..?? Jena spontan membalas.
baru.?? Yansen melanjutkan Tanya. Tetapi Jena potong dan balik bertanya.
Kaka sa boleh Tanya, ka ? baru da lihat, ka Tony ? ..
Hheemmm… sa curiga ni.. ? Yansen menjawab. Tapi dalam hati, sambil heran. Bisa tu, Tony si pendiam tu bikin ade ini datang.
“aah jang begitu .ka sa tnya serius.. “ balas Jena sambil malu-malu.
Tony menjawab dan Menjelaskan :
Sa juga cari dia ade, kita satu regu.. tapi.. dia tra kelihatan..sudah pemeriksaan kesehatan Tahap I dia lolos, tapi tadi ujian Psikologis de trada, de dapat panggil juga tu.

Setelah mendengar penjelasan yansen, Jena pulang dengan hampa, tidak menjumpai Tony dambaan hatinya, sebab Yansen memang tidak tahu juga kalau pada saat yang bersamaan Tony si pendiam sedang memasukan berkas persyaratan test UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negri) di Uncen, akhirnya tony pada waktu yang bersamaan fokus ke Polda dan Uncen, tetapi akhirnya Tony korbankan urusan ke Polda dan masuk ikuti ujian tertulis di Uncen, Tony rupanya beruntung lolos seleksi jalur UMPTN dan diterima masuk sebagai mahasiswa diperguruan tinggi ternama di tanah Papua.

Sejak saat itu Tony dan Jena akhirnya benar-benar berpisah di dalam kasih yang terpendam, cinta begitu kuat saat itu, akan tetapi Tony melihat Jena disisi kejahuan yang dipikirkan mungkin Jena tidak menerima cintanya, sebaliknya Jena pun melihat Tony disisi yang sama bahwa kaka Tony mungkin sudah menjadi anggota Polri dan melupakan dirinya, Jena tidak pernah tahu kalau Tony sudah menjadi mahasiswa di Universitas Cenderawasih dan masih selalu mengenang dan membayangkan dirinya.

Cinta memang tak selamanya harus menyatu.. “Tony Kasih Yang Terpendam”.

Disuatu senja, Kota Bintuni awal Maret, 2018

Karya cipta : Moneste.
Sumber Foto : Ilustrasi, diambil dari afro-american female & male collage university US.FB_IMG_1531414799960

Oleh. Monster mon

Kapak batu

Kapak batu asli orang sentani yg di berikan dan dikoleksi oleh misionaris eropa pertama di sentani G. L. Bink pada tahun 1893 dan di skarang di pajang di The Museum of Primitive Art, New York ini adalah batu chloromelanite asli dari cycloop batu yg berurat, seperti batu giok bervariasi warnanya sesuai dengan mineral sekitarnya dari pucat sampai warna hijau yang sangat gelap, hampir hitam. Di jelaskan oleh G. L. Bink bahwa pembuatan batu ini sangat rumit prosesnya sangat memakan waktu (bulan-tahun) dan padat karya, Kapak batu ini sangat tajam dan selalu di gunakan untuk memotong dan menggukir tiang rumah kepala suku atau ondoafi. Keindahan batu itu sedemikian rupa sehingga tidak hanya dihargai karena kegunaannya tapi bilah batu juga dibuat untuk tujuan seremonial dan mungkin juga sebagai bentuk mata uang.

Mengucap syukur hanya bagi mu TUHAN buat hari-hari hidup yang telah di lalui sepanjang tahun 2017 yang akan berlalu bersama kisahnya

Ampuni aku Yesus atas segala dosa yang aku perbuat.

Ampuni aku Yesus untuk segala pelanggaran yang aku lakukan di hadapan-Mu.

Ampuni aku Yesus di saat aku menghakimi sesamaku dan menilainya seolah-olah aku lebih baik dari mereka.

Ampuni aku Yesus karena menjadi orang tak tahu terima kasih, yang tak mau mengucap syukur pada-Mu.

Ampuni aku Yesus karena telah menukarkan-Mu dengan kesenangan dunia.

Ampuni aku Yesus karena, bukannya menjadi terang, aku malah membiarkan diriku diselimuti bermacam-macam kegelapan, seperti kepahitan, kebencian, kemarahan, dendam, dan hal-hal lainnya yang hanya merusak diriku sendiri.

Ampuni aku Yesus jika aku kecanduan melakukan hal-hal yang tak berkenan di hadirat-Mu: pornografi, rokok, narkoba, kecenderungan suka menyakiti hati orang lain, suka berbohong, sering memfitnah, dan semua bentuk kecanduan lainnya yang menjadi kebiasaan buruk bagiku.

Ampuni aku Yesus untuk itu semua.

Tapi bagaimana pun…

Terima kasih Yesus untuk kasih-Mu yang tak pernah habis dalam hidupku.

Terima kasih Yesus buat kesabaran-Mu dan kesetiaan-Mu yang membuat Dirimu selalu ada
menemaniku bahkan di saat aku mau berlari menjauh meninggalkan-Mu.

Terima kasih Yesus buat pengharapan yang selalu ada di dalam-Mu.

Terima kasih Yesus untuk hidup yang telah Kau beri bagiku.

Terima kasih Yesus untuk kedamaian itu, yang selalu aku dapat di saat aku tinggal dalam hadirat-Mu.

Terima kasih Yesus untuk setiap tetes darah yang telah Kau curahkan di atas kayu salib untuk menyelamatkanku.

Aku tahu seharusnya segalanya telah berakhir bagiku. Tapi setiap kali aku jatuh, ternyata Kau tak rela membiarkan aku musnah. Kau selalu ada, Yesus, menyelamatkanku.

Kau membasuh hatiku dengan kasih-Mu dan mengajarkanku untuk tetap tegar menghadapi dunia ini, memprosesku agar semakin serupa diriMu, memegang erat selalu tanganku, dan menarik aku kembali di saat aku mulai menjauh dari-Mu.

Pada akhirnya aku hanya dapat mengatakan:

“Tuhan Yesus, terima kasih untuk segalanya.”

TELAGA “CYRAYAHI” YANG TERSEMBUNYI RATUSAN TAHUN DI GUGUSAN PUNCAK GUNUNG CYCLOOPS DITEMUKAN

Sejumlah pendaki, Rabu (27/12) siang menemukan telaga yang ratusan tahun jadi legenda di masyarakat Kabupaten Jayapura kuhususnya Sentani. Bagaimana tidak cerita soal telaga ini dari masa kemasa dan diceritakan turun-temurun soal telaga di Gunung Robhonsolo Cycloops.

Para pecinta alam ini telah memburu dan mencari telaga ini hampir 4 tahun lamanya dan telaga ini hanya bisa terlihat di Google Map. Cerita legenda telaga berwarna biru di atas gunung Cycloop ternyata benar ada dan bukan cerita dongeng. Pemilik akun facebook bernama Ners Arie Kayoi yang mempublis penemuan telaga legenda itu pada tanggal 27 Desember sekitar pukul 21.09 WIT.

Dalam akun facebooknya ia menuliskan; Puji Syukur kepada Allah TUHAN Yang Maha Besar karena telah menyertai Tim Pencinta Alam Pendaki Gunung Cycloop Sentani telah menemukan sebuah Telaga Biru di Puncak Gunung Cycloop yang mereka menamakan “TELAGA BIRU CYRAYAHI di Gugusan Robhonsolo Cycloops Sentani pada Hari Rabu Petang tanggal 27 Desember 2017.

Setelah 4 tahun berturut-turut mereka “memburu” dan mengincar keberadaan sebuah danau (telaga) yang terdeteksi Googlee Map di balik Gugusan Pegunungan Robhonsolo (Cycloops) Sentani, dan belum diketahui khalayak umum di Sentani bahkan Jayapura, akhirnya Rabu petang ini tanggal 27 Desember 2017, kelompok pemuda pendaki gunung “penasaran” yg exited menjelajahi pegunungan yang diberi nama “CYCLOOPS RALIBHU YABHAHEI HIKERS” ini yg umumnya tergabung dalam PATHFINDERS CLUB Pimpinan MARSHAL SUEBU, BERHASIL menemukan target yang telah diburu selama 4 tahun belakangan ini. TUHAN Maha Kuasa dan Maha Dasyat… Halleluyah.. Amin…!!!!

Telaga di balik pegunungan Cycloops ini diberi nama “TELAGA CYRAYAHI”. Sesuai akronim nama tim penemu ” Cycloops Ralibhu Yabhaheai Hikers”.(Titik koordinat GPS lokasi ” Telaga Cyrayahi” ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab publikasi tim).

Ners Arie Kayoi pun tak lupa meminta dan menghimbau Kepada Yth. : Pemerintah Kabupaten Jayapura dan Para Tokoh Adat Ondoafi dan Ondofolo serta Masyarakat Sentani agar merencanakan suatu penyambutan dan memberikan perghargaan kepada Para Pendaki Pencinta Alam Gugusan Robhonsolo Cycloops tergabung dalam PATHFINDERS CLUB Pimpnan MARSHAL SUEBU. Selamat Natal 2017 dan Selamat Tahun Baru 2018…. TUHAN memberkati…!!! [Roberth]

1. Kepemilikan tanah ulayat lokasi “Telaga CYRAYAHI” berbeda dgn tujuan ekpedisi Tim Pecinta Alam CYRAYAHI yaitu “Hanya utk menikmati alam indah ciptaan Tuhan”, krna itu tdk perlu utk dipertentangkan. Tanah akan tetap mjdi milik adat.

2. Ada beberapa keuntungan ekpedisi CYRAYAHI:
a. Penemuan ini hanya membuka mata kita tentang kekayaan alam yg belum bnyak diketahui khalayak umum, termasuk pihak pemerintah (KSDA Papua).
b. Bila area ini dikembangkan sbg aset agro wisata ke depan, akan berdampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar, ini semua bermula dari eksplorasi Tim Pendaki yg membuka mata kita, termasuk pemerintah.

3. Nomenklatur danau tdk perlu dipermasalahkan skrg, krn kita akan “BERJALAN MUNDUR”. Mengapa?, saling klaim pihak adat pasti akan ada, Ormu, Ohei, Netar, Ifar Besar, dll. Kita akan berputar lama di “padang gurun Aran” dalam lingkaran masalah yg tdk penting, kapan kita bsa dapat namanya?, Jawabnya: setelah klaim pihak adat yg menang ditentukan, krn dari nama telaga/tanah dapat diketahui kampung mana yg memilikinya, Kapan kita bisa dapat nama sbnarnya? Walahualam….????

Kita belajar dri pengalaman,
a. ” Danau LOVE”, Apa benar nama danau di Emfote itu namanya bgtu menurut adat? Tidak. Ada namanya, tidak pernah dipermasalahkan, krn nama DANAU LOVE lebih cepat dipopulerkan, tanpa m’ganggu kepemilikan hak ulayat.
Begitu pun “Telaga CYRAYAHI”.
b. ” Gunung TELETUBBIES”, sampai skrg nama ulayat adatnya tdk dipertentangkan, krn sama skli tdk m’ganggu otoritas adat, alamnya tetap mjdi t4 hunting view danau yg bagus bagi pengunjung.
Nama “Telaga CYRAYAHI” pun akan sperti bgtu.

Jadi… Nomenklatur “Telaga CYRAYAHI” tdk perlu dan sangat sangat tdk perlu utk dipertentangkan. Mari kitong sepakat pake nama ini dulu, “Telaga CYRAYAHI”.

* Terimakasih Bapak Bupati MA yg sudah sangat tanggap dgn fenomena yg lagi viral.

* Terimakasih juga kpd pihak KSDA Kab Jpr dan KSDA Papua yg mulai “membuka mata” utk potensi kekayaan alam di papua helemfoi.
Onomi-honomi.

PAPUA BAKAL PUNYA STADION TERBESAR KEDUA DI INDONESIA SETELAH GELORA BUNG KARNO”

PAPUA BAKAL PUNYA STADION TERBESAR KEDUA DI INDONESIA SETELAH GELORA BUNG KARNO”

Masyarakat Papua patut berbangga karena mereka akan memiliki stadiun terbesar kedua setelah Stadion Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta. Stadion yang bernama ‘Stadion Papua Bangkit’ ini kini masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan akan selesai akhir tahun 2018 mendatang.

Mengenai stadion ini juga dijelaskan oleh Project Manager PT PP (persero) Dwi Ali Wicaksono. Dia menuturkan proyek ini mulai dibangun pada akhir tahun 2016 lalu. Hingga kini pembangunan masih terus berlangsung dan telah selesai 29 persen.

DANAU SENTANI PULAU ASEI

Foto ini diambil di Asei pada tahun 1903, nampak pria dewasa yg bernama Mitje sedang memotong/mencukur rambut anaknya yg bernama Batjo mengunakan kulit/bilah bambu, potongan rambut model ini di buat sebagai tanda buat anak-anak & remaja yang tidak mempunyai akses/ijin untuk masuk ke rumah orang dewasa, kemudian gambar patung dari gambar ini di simpan di museum belanda, patung ini juga perna di pamerkan pada tahun 1923 untuk menandai yobel ke dua puluh lima Ratu Wilhelmina.

Pantaskah Kami Dipanggil Pace dan Mace? Sepotong Sejarah, Makna dan Kebanggaan Beridentitas

Pace dan Mace. Dua sebutan yang begitu khas terhadap orang Papua dalam kehidupan sehari-hari, entah itu di tanah Papua, maupun di tanah rantau. Pace adalah sebutan untuk para pria, dan mace untuk para wanita. Berapapun usiamu, tetap dipanggil Pace atau Mace. Anak sekolah dalam rentang usia setara SMP pun sudah terbiasa dipanggil Pace atau Mace oleh sesama teman sebayanya. Lalu, dari mana asal kata Pace dan Mace ini? Siapa yang seharusnya pantas untuk dipanggil Pace dan Mace? Mari seduh secangkir kopi dan kita bahas secara runut.

Dari berbagai sumber informasi yang kami himpun, secara etimologi atau arti kata, Pace dan Mace adalah Om dan Tante. Ini merupakan bahasa Melayu yaitu Pak-cik dan Mak-cik yang diadopsi oleh orang Fak-fak, Papua Barat pada masa perdagangan rempah dengan Sriwijaya, Malaka hingga abad ke-19 dengan Singapura.

Om dan Tante ini berarti orang yang dianggap lebih tua, bahkan untuk yang berusia di atas 30-40 tahun. Sedangkan saat ini, Pace atau Mace telah dianggap sebagai panggilan akrab seperti Mas atau Mbak bagi orang Jawa. Padahal, makna panggilan dalam lingkup usia bagi dua suku ini, berbanding terbalik.

Ketika sudah berada di atas usia 40 tahun, orang Jawa mulai merasa tak pantas lagi dipanggil dengan sebutan Mas atau Mbak, kecuali oleh pasangan dan saudaranya sendiri. Sedangkan Pace atau Mace, harusnya dipanggil ketika usianya berada di angka 40an tahun.

Lebih jauh lagi, panggilan Pace atau Mace ini telah dianggap sebagai panggilan Bro dan Sis. Padahal, target sasaran yang dipanggil meleset jauh. Mahasiswa yang berusia 18-20 tahun, bahkan anak SMP seperti sudah terbiasa dipanggil dengan sebutan Pace atau Mace. Dari sini kita bisa melihat bahwa telah terjadi sebuah perpindahan makna sebutan dari tingkatan usia.

Beberapa belas tahun silam sebelum panggilan Pace dan Mace semakin luas dikenal dan semakin sering digunakan seperti saat ini karena belum begitu luasnya jaringan teknologi dan komunikasi, panggilan Pace dan Mace terasa risih oleh anak muda Papua yang memang merasa belum pantas dipanggil Pace dan Mace, karena usianya yang masih terbilang muda. Ketika dipanggil Pace dan Mace, ia merasa dianggap tua oleh orang yang memanggilnya. Padahal, usianya belum menginjak usia seorang “Om” dan “Tante”.

Namun saat ini, sebutan Pace dan Mace telah menjadi sepasang panggilan yang cukup dibanggakan, bahkan oleh anak muda Papua dan suku lain yang telah lama merantau di Papua. Panggilan ini sudah bukan lagi sebuah pemicu ketersinggungan batas usia. Pace dan Mace telah menjadi identitas diri seorang pria atau wanita Papua. Ada rasa bangga ketika mereka dipanggil Pace dan Mace. Ada sebuah kehangatan dari keakraban dalam lingkup pergaulan ketika panggilan ini disebut dengan penuh kebanggaan.

Hari ini, sebuah identitas sederhana berupa panggilan, telah diteruskan oleh generasi muda Papua sebagai sebuah kebanggaan. Dua potong kata berpasangan yang berasal dari tanah Fak-fak, telah dijadikan sebagai wajah persatuan di seantero Papua.

“Kalo ko panggil sa Pace atau Mace, berarti ko ni sa pu sodara sudah!”

Mas Kawin anak saya Jangan Di Pukul

sebuah CERPEN tentang Kehidupan

Diakhir bulan Juli 2010, Noel dan Heri bertemu tanpa sengaja dikantor polisi tempat Heri bekerja. Mereka bertemu bukan di jalan raya bukan juga ditempat dugem. Pertemuan itu berlanjut dalam suatu hubungan yang Noel paksakan sebagai pelampiasan kekecewaan terhadap situasi keluarga saat itu dan kekecewaan terhadap hubungannya dengan pria lain. Heri hadir memberikan rasa nyaman pada saat itu.

Menjelang wisuda pada bulan Agustus tahun 2012, Noel mendapati dirinya sedang hamil. Noel sangat panik pada saat itu tetapi Noel memilih untuk pulang ke rumah bapaknya di Timika dalam keadaan hamil 2 bulan. Bapak sudah mengetahui keadaan kehamilan Noel pada saat itu (mata bapak beranak 6 memang tidak bisa dikamuflase) tapi bapak tidak berbicara apapun yang menyinggung perasaan Noel dan tetap memperhatikan kesehatan Noel. Bapak memberikan makanan yang baik agar kehamilan Noel tetap sehat. Noel dan Heri masih tetap berhubungan secara diam-diam dan bapak sangat tidak menyetujui hubungan mereka berdua.

Pada saat kehamilan berumur 5 bulan, Noel memutuskan memberitahukan
pada bapak tentang kehamilannya tetapi tanggapan bapak saat itu adalah “bapak sudah tahu kalau Noel hamil, dan bapak minta dalam 1 minggu ini sebelum hari NATAL segera laki-laki yang kasih hamil Noel itu datang bersama dengan keluarganya”. Noel pun memberitahukan kepada Heri pesan bapaknya, kemudian Heri melanjutkan kepada keluarganya.

Pesan tersampaikan tapi gayung tidak disambut, Heri stres karena sudah mendekati waktu yang ditetapkan oleh keluarga Noel tetapi keluarganya satu pun tidak ada yang bisa datang. Didasari oleh rasa kasihan, Noel pun membantu Heri dengan menghubungi salah satu kerabat dari sahabat Noel untuk berpura-pura sebagai keluarga Heri. Noel juga memberi sejumlah uang untuk membeli piring besar dan mengatur dan membiayai segala proses peminangan. Tibalah hari yang ditentukan, Bapaknya Noel sudah menunggu bersama dengan kepala suku Teluk Wondama dan beberapa kerabat. Keluarga Heri
datang membawa piring dan sejumlah uang sebagai tanda “masuk minta”

Saat itu Bapak Noel berpesan kepada Heri dan keluarganya bahwa “Mas Kawin anak saya adalah jangan pernah memukul Noel, jika kamu Heri memukul anak saya maka pada saat itu saya akan mengambil kembali anak saya“. Bapak Noel sudah tahu bahwa yang datang pada saat itu bukanlah keluarganya Heri tetapi karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap Noel yang sedang hamil saat itu maka bapak menutup mata dan menerima pinangan.

Mama dan Bapak Noel pun sepakat bahwa Noel tidak boleh menikah sebelum mendapatkan pekerjaan. Sebenarnya itu hanyalah sebuah alasan karena bapak terlalu banyak mendapat informasi negatif tentang Heri dan menentang rencana pernikahan yang sering diutarakan oleh Noel. Bapak mengarahkan agar Noel memberi waktu kepada diri sendiri untuk mempelajari Heri sebelum melangkah lebih jauh.

Mama dan bapak Noel telah berpisah sejak lama. Mama meminta kepada bapak agar mengirim Noel ke Nabire dan menjalani proses lahiran disana. Tetapi bapak dan Heri menolak dan menginginkan persalinan di Timika. Setelah bersitegang selama beberapa bulan, akhirnya Noel memilih melahirkan di Timika dengan satu syarat dari mama bahwa Noel harus melahirkan dengan cara operasi karena mama tahu betul Noel tidak bisa menahan rasa sakit yang terlalu sakit.

Heri kemudian membawa 2 orang saudaranya untuk menemani dan membantu Noel during the Pra, due time dan Pasca lahiran. Noel berada ditangan 2 orang amatiran yang menjadi sangat profesional pada saat itu, mereka dengan baik dan telaten membantu Noel dan bayi Ian melewati 40 hari pasca lahiran.

Noel melahirkan dengan cara cesar, dan segala pembiayaan dibayar oleh bapak Noel.

Ketika Ian berumur 4 bulan, Heri berubah menjadi seorang pembohong. Heri berbohong mulai dari waktu piket dikantor sampai dengan masalah keuangan. Heri lebih sering menghabiskan waktu diluar rumah ketimbang berada dalam rumah bersama Noel dan Ian. Yang lebih menyakitkan Noel adalah ketika Ia bertanya tentang gaji Heri selalu menjawab “kasih uang ke perempuan seperti ko untuk?” Jawaban itu rasanya menusuk sampai kedalam jiwa. Hal itu menjadi “Jawaban Favorite” ketika Noel bertanya tentang gaji. Sampai tiba dimana Heri memukul Noel dimuka dan perut ketik Ian masih dalam gendongan Noel. Noel jatuh kelantai karena bekas operasinya dipukul, tetapi yang paling sakit bukanlah bekas operasi yang dipukul tetapi hati yang tercabik-cabik.

7 bulan yang lalu Heri baru saja berjanji tidak akan memukul Noel kepada Bapak. Bapak melihat memar dimuka Noel dan memanggil Noel kedalam kamar kemudian bertanya tentang memar dimuka tetapi Noel berkata bahwa Noel terjatuh. Heri kemudian memukul Noel sekali lagi dihadapan teman-temannya dan meletakkan senjata dikepala Noel. Noel terisak dan sedih luar biasa dan pada saat itu Noel berteriak “Demi Tuhan Yesus saya tidak akan Nikah dengan Ko

Noel kemudian menyampaikan perihal pemukulan tersebut kepada bapaknya dan bapak memanggil Heri untuk memberikan penjelasan tetapi yang tersisa dihati Noel hanyalah kebencian. Noel kemudian berjanji untuk berubah 360 derajat.

Di suatu saat yang lain, Noel bercerita tentang proses peminangan yang menyalahi adat istiadat kepada bapaknya, bapak kemudian marah besar dan berkata bahwa sesuatu yang dimulai dengan kebohongan akan berakhir dengan bencana.

Kemudian Noel berkata “saya mau kerja, saya bosan tadah tangan ke bapak terus”. Kemudian bapak menjawab dengan santai “ko nanti kerja itu ko pergi sampai ko nene-nene baru pulang”.

Noel kemudian mengikuti tes PNS Kementerian dan lulus. Noel pun harus mengikuti sebuah pelatihan selama 1 tahun. Ian akan dititipkan kepada orang tua Noel tetapi orang tua Heri memohon agar anak tinggalkan di mereka. Noel berjanji akan menjemput kembali anaknya ketika selesai pendidikan.

Hubungan Noel dan Heri semakin memburuk karena Noel setiap saat teringat bagaimana Heri menghina Noel tentang gaji dan bagaimana Heri memukulnya pada saat itu. Hubungan antara mereka telah lama berakhir bagi Noel diawal tahun 2015. Heri masih menganggap bahwa mereka masih berhubungan dan mencoba untuk memperbaiki semua. Tiba saat dimana Heri bosan dan menghina Noel dengan berkata “Siapa yang mau dengan perempuan yang su beranak seperti ko?” Kemudian Noel menjawab “Ko akan trima saya punya undangan nikah, tralama lagi”.

Ian berumur 2 tahun 4 bulan sejak terakhir Noel bertemu. Sejak Noel memutuskan hubungan sama sekali dengan Heri segala akses untuk bertemu Ian ditutup. Setiap kali Noel menghubungi Heri untuk berbicara dengan Ian pasti Heri menjawab “ko cari-cari saya untuk? Stop kejar-kejar saya sudah” atau dilain kesempatan Heri menjawab “ko hitung 20 kalender dulu baru ketemu Ian” atau tidak “berhembus kabar kalau Noel minta kembali dan memohon untuk kembali dengan Heri”.

Padahal semua orang tahu betul bahwa Noel “tidak pernah menjilat ludah sendiri”, Noel tidak suka dipukul, Noel tidak suka diselingkuhi. Karena ketika Noel berkata “tidak” sekalipun matahari terbit dari barat jawabannya tetap “tidak”.

Noel bertemu dengan pria lain, seseorang yang sangat dewasa pikirannya, kemudian Noel memutuskan menikahi pria tersebut. Noel menikah bukan karena ingin membalas dendam. Noel menikah karena Noel merasa telah bertemu sesorang yang dapat menyeimbangi pemahaman dan pikirannya. Anehnya sebelum mama Noel meninggal, beliau telah merestui hubungan Noel dengan pria ini dan berkata kepada Noel bahwa kali ini pilihanmu tepat. Mama berkata agar segera menikah. Pernikahan ini merupakan suatu kebetulan dan tidak dipaksakan.

Akses untuk bertemu Ian tertutup dengan rapat. Karena bagi mereka ketika Noel menikah maka hubungan anak dan ibu terputus selamanya. Noel meminta saudaranya untuk pergi menjenguk Ian tapi tidak diperbolehkan sama sekali. Selama 2 tahun Noel mencoba bertemu Ian tetapi selalu gagal.

Berbekal jaringan yang kuat, Noel mulai berdiskusi dengan banyak orang dari banyak kalangan lebih khusus dari kalangan Hukum. Mereka meyakinkan Noel bahwa “ANAK YANG LAHIR DILUAR PERNIKAHAN ADALAH HAK PERDATA IBU DAN KELUARGA IBU” anak ini hanya memiliki “Ibu Kandung” dan tidak ada sebutan “Bapak Kandung” yang ada hanyalah “Bapak Biologis

Didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum APIK dan P2TPA Pemberdayaan Perempuan serta difasilitasi oleh Provos Polda Papua. Kami dipertemukan dalam suatu ruangan. Noel dicaci maki didalam ruangan oleh keluarga besar Heri, tetapi Noel tetap pada prinsip hukum yang telah dijelaskan oleh pakar hukum. Akhirnya kedua belah pihak sepakat bahwa Ian diasuh oleh Noel dengan memakai marga Heri. Heri boleh menjemput Ian disaat liburan sekolah. Ketika surat pernyataan telah dibuat, salah satu saudara perempuan Heri merobek surat tersebut kemudian Heri beserta keluarganya lari membawa Ian dari ruangan Kepolisian.

Noel menangis sejadi-jadinya didalam ruangan karena merasa dikhianati. Noel merasa bahwa Heri dan keluarganya tidak menghormati hukum sama sekali.

Noel kemudian kembali dengan kekuatan penuh membawa keluarganya. Sekali lagi Noel masih menghormati hukum dan memberikan kesempatan agar para penegak hukum memberikan pengertian kepada keluarga Heri agar mau menyerahkan Ian secara baik-baik. Tetapi sekali lagi mereka menolak. Ketika para penegak hukum meninggalkan rumah keluarga Heri tanpa Ian. Pada saat itulah Noel beserta keluarganya mengambil Ian dengan cara berkelahi dan saling memukul. Rasa benci karena 2 tahun tidak diijinkan bertemu Ian menyelimuti kepala Noel dan pada saat itu Noel kehilangan rasa hormatnya kepada orang yang lebih tua. Noel mengambil Ian tanpa ampun. Ian berumur 4 Tahun 7 Bulan ketika kembali kepada Noel.

Pada awalnya Noel berusaha untuk menghentikan segala kebencian dan bersama-sama membesarkan Ian. Noel berasal dari keluarga Broken Home tetapi Mama dan Bapaknya tidak pernah melarang Noel untuk pergi ke keluarga Ibu atau keluarga Bapak sehingga Noel merasa bahwa tidak masalah jika Ian dibesarkan dengan cara seperti itu. Tetapi sepertinya keluarga Heri menginginkan Ian untuk diri mereka sendiri tanpa memperhitungkan bahwa Ian lahir dari rahim Noel.

Bagi Noel segala proses untuk bicara baik-baik telah usai. Kita hidup didalam negara Hukum. Hukum menjamin bahwa “ANAK YANG LAHIR DILUAR PERNIKAHAN ADALAH HAK PERDATA IBU”

PENGORBANAN HATI

#CerpenPapua
Happy Blessed sunday Sekedar menghibur, hadir kembali dgn cerpen ala papua karya pribadi Julis Sandia, semoga berkenan.

PENGROBANAN HATI

Kisah ini bermula dari Hubungan pertemanan yang akrab antara dua orang kawan satu SMA di sebuah Kota indah, kota teluk dalam teluk, sebut saja Kota Jayapura. Adalah Derek dan Evert dua orang sahabat karib, keduanya berasal dari kota yang berbeda, namun tinggal dan sekolah di Kota Jayapura. Seperti biasa layaknya kawan karib, masa masa SMA dilalui bersama dengan penuh akrabnya, saling berbagi, saling bercerita saling membantu. Hingga suatu ketika
tibalah liburan kenaikan kelas dari kelas II ke kelas III,

Derek mengajak Evert untuk berlibur ke Kota Serui dimana keluarga Derek berada. Ever pun tidak keberatan karena Jarak Kota Serui hanya semalam naik kapal penumpang. Dalam hatinya Ever sangat menghargai Derek, sebagai sahabat karib di SMA yang sama. Orang tua keduanya sudah mengenal dan saling akbrab pula.

Ayah dan Ibu Ever sudah mengenal Derek, dan Derek pernah berlibur juga ke Kota Biak. Secara berkala jika orang tua mereka masing – masing berkunjung ke Kota Jayapura untuk melihat anak anaknya, pasti mereka saling bertemu Dari Keakraban seperti itu membuat Ever dianggap sebagai anak sendiri bagi ayah dan ibu Derek dan Derek pun demikian di mata orang tua Ever.
(ciri khas persahabatan antar kawan di Papua yang begitu dalam melibatkan hubungan orang tua)

Derek… kalo mau libur ke rumah, ajak Ever ee juga, kam dua libur di sini saja itulah pesan bunda Derek suatu ketika.
Io mam.. nan sa tanya dia..
Ever.. mama bilang ko ikut sa ka ? Io. too.. sa mau.. jawab Ever dengan serius.

Tibalah waktu liburan itu, dua sahabat Derek dan Ever berangkat ke Kota Serui, dengan Kapal penumpang PT pelni yang biasa dibilang Kapal Putih oleh masyarakat di Papua (entah kenapa). perjalanan dari Kota Jayapura ke kota Serui ditempuh hanya semalam, perjalan yang menyenangkan tentunya karena liburan sekolah sehingga banyak sekali pasra siswa yang liburan di Pelabuhan Kota Serui, kedua sahabat karib, Derek dan Ever dijemput OM ferry, Paman Derek Mereka bertiga segera menuju rumah, bersalaman dengan orang tua Derek Bunda Derek mempersilahkan mereka berdua untuk makan.

Betatas, Kangkung ditumis campur bunga pepaya, Sambalgoreng, cekalang rebus, Julung Goreng, siapa yang bisa menolaknya ?
Derek dan Ever pamit kepada orang tuanya, biasalah.. waktu liburan ini waktu yang pasbr untuk bertemu kawan kawan dan sahabat sahabat yang kebetulan sedang berlibur juga di Kota Serui

Ever.. tong dua pigi ke kk Mien ee, itu yang biasa tong lewat
di samping dong pu rumah di Jayapura.. itu. Oh.. sa baru ingat… kk de pernah bilang kalo ke serui.. mampir mampir di rumah ujar Ever mengingat ingat sesuatu

Demikianlah kegiatan kedua sahabat ini mengisi liburan, jalan jalan menikmati
Indahnya Pantai, Pemandangan alam dan Tentunya… Pemandangan sejuk wanita wanita cantik kota Serui.

di suatu hari, ketika sedang beristirahat di teras rumah bersama Derek, tiba tiba dari dalam rumah muncul seorang gadis, menyapa dengan penuh ramah memecah kehengingan sore itu ketika Derek dan Ever sedang sibuk membaca bacaan kegemaran masing masing.

KK… kk mau ikut ? nanti malam sa pu teman ulang tahun.. ujar Alien dengan senyum manisnya.
Ah.. acara gemuk kapa. jawab Derek sambil tertawa melirik ke Ever

Derek sangat menyayangi adik perempuan satu satunya ini,
adik yang selalu dijaga, yang sering membuat dia bersitegang dengan beberapa pemuda, demi melindungi adik tersayangnya.

Oh io Alienn… ini Ever, kk pu teman skola, de tukang mabuk, hahaha
Derek tertawa terbahak bahak melihat sikap kawannya Ever yang sepertinya marah

Alien dan Ever berjabat tangan sambil berkenalan secara singkat, Alien tersenyum malu malu, Ever diam saja, memberikan senyum terbaiknya lalu melanjutkan kan baca koran, namun dalam hatinya lain, ya ampun..
ini Alien itu toh, Derek de pernah cerita punya seorang adik perempuan, aduh tidakkk manis begitu, Mata bagus, rambut …,
senyum tu.. aduuuuuu tolongggggggggg, .

Ever berbicara sendiri dalam hatinya, tentunya tidak mungkin dia mengatakan
begitu di depan kawannya.

Ever… woi… serius baca sampe, bagemana ni, tong dua ikut ka trada ?
tanya Derek memecah lamunan Ever. bah ikut to… hehehe, jawab Ever.
Ok alien tong dua ikut.. sapa tau ada ka ?? hahahahaha

Derek tertawa renyah melihat adik kesayangnannya
Jiii… stoop sudah, jawab Alien tersenyum pada kakak nya lalu pamit masuk ke dalam rumah.

Sementara Ever justru tidak sabar menunggu pesta itu,
dalam benaknya ini kesempatan dia bisa lebih dekat dengan Alien, adik Sahabatnya yang memang baru pertama kali ini dilihatnya, rupanya pada waktu kedatangan Derek dan Ever, Alien sedang berkunjung ke Nenek nya di Kampung sebelah

Pesta ulang tahun berjalan dengan baik, layaknya pesta anak muda,semua berjalan lancar saling berkenalan dengan kawan kawan Alien, dan sahabat sahabat lainnya, namun.. hati Ever sudah terlanjur gelisah, betapa tidak.. diantara semua gadis yang hadir malam itu, tetap saja dimatanya Alien paling manis, paling bersahaja, sikap sopan dan gaya berbicara yang ramahnya,
senyum nya, tatapan matanya yg agak sayu….

Adohh.. kenapa sa bertemu ade semanis ini..
Adooh.. kenapa bertemu di sini.
Adoh.. kenapa mesti Derek pu ade. Ahh kimai sehh.. Derek ko bikin sial skali Ahh….. Umpat Ever dalam hati

KK.. sa bisa dansa dengan KK ? Alien tiba tiba datang membuyarkan lamunan Ever.. Everk melirik ke Derek,
rasanya canggung sekali, walau Soal pesta ulang tahun bukan hal baru bagi Ever namun.. aduh ini Alien, adik kandung
Derek sahabatnya, rasanya salah tinggkah juga, gerutu ever di hati.

Derek tersenyum datar, Ever dan Alien pun melantai,
diiringi alunan lagu lagu cinta berirama slow Ever dan Alien berdansa. Dalam hatinya Ever ingin sekali memeluk erat tubuh gadis di depan matanya ini seperti pasangan yang lainnya, tapi smua itu ditahannya, rasa canggung dan kurang enak hati pada Derek sahabatnya, membuat kedua Pasangan ini berpelukan seadanya, dengan penuh sopan santun

Kk.. mama sering cerita ttg kk,
mama bilang K Derek punya teman baik namanya K Ever jadi rupanya ini kak tohh Alien tersenyum, senyum yang bagi Ever, sungguh…terlalu indah.

Ia ade.. sa Ever jawab Ever singkat.
lagu semakin syahdu, sementara Derek sibuk sendiri dengan kawan kawan dan beberapa gadis kenalannya, namun sesekali melirik ke arah Ever dan Alien, mungkin mengawasi, mungkin sekedar melihat..

begitulah Derek.. protektif namun sangat menyayanyi adiknya Alien, betapa tidak tampilan fisiknya dan parasnya yang indah serta
sikap perilakunya, membuat Alien adalah Bunga Komplek, Disanjung banyak Pria maupun wanita. Selalu menjadi Idola siapa saja di komplek suatu hal yang membuat Derek cukup kerja keras selama masih tinggal di rumah :).

singkat cerita, waktu terus bergulir, pesta pun usai, hari hari liburan sekolah pun berakhir Derek dan Ever bersiap akan berangkat kembali ke Kota Jayapura sesuai jadwal kapal yang ada Mendekati hari hari kembalinya mereka berdua ke Kota Jayapura, pergolakan bathin Ever makin meningkat dia begitu terkesan dan bisa dikatakan, Love at the first sight…
disisi lain, Ever sangat kuatir hal itu akan sangat mempengaruhi arah hubungan persahabatannya dengan Derek yang sudah berjalan sekian lama dan begitu dalam melibatkan kedua orang tua masing masing…

Ever tak mampu….
ditahannya dalam dalam perasaan itu
Alien sendiri yang sejak pesta malam itu banyak sekali menunjukkan perhatian
pada EVer sering sekali menatap dengan tatapan sayu.. dalam hatinya Alien ingin.. ada sebuah kalimat keluar dari mulut Ever. KK… ko bilang ka.. kk ko bilanng ka….. itulah harapan paling rahasia di dalam relung
hati seorang gadis bernama Alien, yang tak seorang pun mengetahui.

Rupanya perasaan kedua insan ini sama, namun sebagai gadis santun dalam keluarga yang sangat mengerti akan aturan aturan adat ketimuran Alien sangat
menjaga Image dan Wibawanya. Sementara di lain pihak, Ever apa lagi.. sudah barang tentu akan memilih mengorbankan perasaanya, dari pada retaknya sebuah hubungan yang lebih besar….

Derek dan Ever akhirnya berangkat kembali ke kota Jayapura diantar oleh orang tua Ever, Om Feery dan tentunya Alien..
Alien lebih banyak membisu.. menahan kedongkolan hatinya, merasa liburan ini terlalu cepat, sehingga dia harus berpisah dengan Kakak tersayang nya Derek, yang begitu perhatian dan menjaganya
sejak kecil, dan tentunya yg lebih mendongkolkan hatinya, dia harus berpisah dengan Ever, sahabat kakaknya justru ketika ada sebuah rasa yang lain yang mulai menggelitik relung hatinya.

penampilan Ever yang tenang membuat Alien pun terpesona pada pandangan pertama, lagi pula mungkin karena terlalu seringnya bunda Alien bercerita ttg Ever, tentang kebaikannya pada Derek,dan betapa mereka berdua sangat akrab, itu semua ikut andil dalam menumbuhkan rasa suka
dalam diri Alien pada Ever.( kalo Derek tau ni memang….. bar kaco langsung..)

Berpelukan antar saudara dan orang tua, tentunya antara Ever dan Alien hanya berjabat tangan Derek dan Ever pun berangkat kembali ke Kota Jayapura, dan lirikan mata, senyuman malu malu
Alien melepas kepergian kedua Kakaknya itu…
sampe detik ini begitu membekas di kalbu Ever.

Perasaan cinta yg dipendam, tak bisa terungkapkan karena rumitnya perubahan hubungan yang akan terjadi dan berapa pertimbangan, membuat Ever hanya merintih. dalam hatinya Ever berkata..
Alien… andai ko bukan Derek Pu ade..
sa tra tipu tapi, tiap bulan sa tiba dgn kapal putih
biar tong dua bisa bertemu .

Kini… Ketika akhirnya Ever menerima telepon dari Derek di Kota Jayapura,
Bahwa Adiknya Alien akan menikah, Ever hanya tersandar di pinggir bangku tua kantin kampusnya sebuah Universitas di pulau Jawa.

Ditutupnya lembaran kisah hatinya, dikuburnya dalam dalam
semuanya itu, Tak terasa.. ada yang basah di ujung kelopak matanya,
Selamat berbahagia Alien..
tong dua memang tidak ditakdirkan bersatu..

= SEKIAN =
———————————-
November 2013, Dilorong Kehidupan, Julis Sandia
Ini adalah cerita rekaan semata, mohon maaf bila ada kesamaan tokoh dan peristiwa. Gmbar pada cerpen adalah ilustrasi